Resume Filsafat3 | Pengantar Filsafat Ilmu

Pengantar Filsafat Ilmu

       Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.


      Hari itu, kami mempelajari tentang Pengertian Filsafat, cara mengetahui suatu definisi dengan cara Etimologi dan Terminologi, contoh-contoh definisi secara Etimologi dan Terminologi, serta objek-objek
definisi. Pengertian filsafat yang sebenarnya adalah pengertian yang didefinisikan secara Etimologi, yaitu terdiri dari 2 kata, Filo yang artinya Cinta dan Sofia yang artinya Kebijaksanaan. Jadi, filsafat adalah cinta terhadap kebijaksanaan. Pendefinisian suatu pengertian dapat diketahui dari 2 cara, yaitu Etimologi atau secara bahasa, seperti pengertian Filsafat di atas, dan Terminologi atau secara istilah. Secara istilah atau terminologi biasa juga disebut dengan cara menyepakati suatu pengertian secara universal atau bersama. Contoh-contoh definisi secara Etimologi yaitu seperti dalam kata Agama, A berarti tidak dan Gama yang berarti Kacau, artinya Agama adalah Tidak Kacau. Hukum berasal dari bahasa Arab yang artinya aturan dan contoh yang lain adalah kata Sholat yang berarti doa. Contoh-contoh definisi secara Terminologi yaitu suatu penamaan atau pengertian atas definisi suatu hal, benda, atau apapun itu yang didapatkan dari hasil kesepakatan definisi secara bersama, misalnya ketika kita memberikan nama pada sesuatu yang bisa membuat lengket benda yang satu dengan benda yang lain adalah “Lem” dan semua orang menyetujui serta menggunakannya di masyarakat luas maka itu bisa dijadikan sebuah pendefinisian secara Terminologi. Sebenarnya, bahasa atau pendefinisian suatu benda atau apapun itu bersifat arbitrer yang artinya suka-suka, karena bahasa memang memiliki karakter seperti itu, asalkan ada kesepakatan umum untuk menggunakannya. Yang terakhir adalah objek-objek definisi yaitu :


1. Objek yang tidak bisa didefinisikan karena tidak jelasnya,

2. Objek yang tidak bisa didefinisikan karena jelasnya,

3. Objek yang tidak bisa didefinisikan atau bisa didefinisikan tepi hasil pendefinisiannya berbeda-beda,

4. Objek yang pasti tidak bisa didefinisikan secara jelas dan hasilnya pasti sama.


                                                                                                                 By. Hikmah Khairani Ibrahim

                                                                                         Jurusan : Hukum Pidana dan Ketatanegaraan 7-8

Komentar (0)