Lihat Detail
Resume Filsafat6 | Awal Mula Penspesifikasian Ilmu
Awal Mula Penspesifikasian Ilmu
Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan
Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini
dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.
Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.
Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.
------
By. Hikmah Khairani Ibrahim
10300113144
HPK 7
Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan
Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini
dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.
Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.
Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.
------
By. Hikmah Khairani Ibrahim
10300113144
HPK 7
Awal Mula Penspesifikasian Ilmu
Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan
Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini
dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.
Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.
Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.
------
By. Hikmah Khairani Ibrahim
10300113144
HPK 7
Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan
Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini
dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.
Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.
Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.
------
By. Hikmah Khairani Ibrahim
10300113144
HPK 7
Awal Mula Penspesifikasian Ilmu
Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan
Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini
dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.
Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.
Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.
------
By. Hikmah Khairani Ibrahim
10300113144
HPK 7
Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan
Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini
dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.
Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.
Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.
------
By. Hikmah Khairani Ibrahim
10300113144
HPK 7
Awal Mula Penspesifikasian Ilmu
Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan
Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini
dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.
Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.
Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.
------
By. Hikmah Khairani Ibrahim
10300113144
HPK 7
Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan
Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini
dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.
Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.
Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.
------
By. Hikmah Khairani Ibrahim
10300113144
HPK 7
Lihat Detail
Resume filsafat5 | Pembahasan Ontologi, Epistomologi dan, Aksiologi
Assalamu Alaikum
Wr. Wb.
Pada tanggal 07/11/2013 kami dari
jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita
membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang
:
1.
Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.
Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi,
Epistomologi dan, Aksiologi
1. Pada
pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang
dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of
the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat
itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman
kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh
Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk
memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak
juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu
itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal
seperti dibawah ini :
Tuhan
Manusia Alam
Segi
tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan
tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai
angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana
Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku
dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.
2. Filsafat
berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Assalamu Alaikum
Wr. Wb.
Pada tanggal 07/11/2013 kami dari
jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita
membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang
:
1.
Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.
Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi,
Epistomologi dan, Aksiologi
1. Pada
pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang
dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of
the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat
itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman
kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh
Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk
memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak
juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu
itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal
seperti dibawah ini :
Tuhan
Manusia Alam
Segi
tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan
tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai
angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana
Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku
dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.
2. Filsafat
berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Assalamu Alaikum
Wr. Wb.
Pada tanggal 07/11/2013 kami dari
jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita
membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang
:
1.
Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.
Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi,
Epistomologi dan, Aksiologi
1. Pada
pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang
dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of
the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat
itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman
kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh
Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk
memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak
juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu
itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal
seperti dibawah ini :
Tuhan
Manusia Alam
Segi
tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan
tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai
angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana
Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku
dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.
2. Filsafat
berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Assalamu Alaikum
Wr. Wb.
Pada tanggal 07/11/2013 kami dari
jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita
membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang
:
1.
Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.
Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi,
Epistomologi dan, Aksiologi
1. Pada
pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang
dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of
the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat
itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman
kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh
Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk
memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak
juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu
itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal
seperti dibawah ini :
Tuhan
Manusia Alam
Segi
tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan
tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai
angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana
Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku
dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.
2. Filsafat
berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Assalamu Alaikum
Wr. Wb.
Pada tanggal 07/11/2013 kami dari
jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita
membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang
:
1.
Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.
Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi,
Epistomologi dan, Aksiologi
1. Pada
pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang
dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of
the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat
itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman
kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh
Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk
memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak
juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu
itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal
seperti dibawah ini :
Tuhan
Manusia Alam
Segi
tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan
tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai
angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana
Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku
dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.
2. Filsafat
berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Lihat Detail
Resume Filsafat4 | Objek Kajian Filsafat Ilmu
Objek Kajian Filsafat Ilmu
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Objek Kajian Filsafat Ilmu
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Objek Kajian Filsafat Ilmu
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Objek Kajian Filsafat Ilmu
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Objek Kajian Filsafat Ilmu
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Lihat Detail
Resume Filsafat3 | Pengantar Filsafat Ilmu
Pengantar Filsafat Ilmu
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Pengantar Filsafat Ilmu
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Pengantar Filsafat Ilmu
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Pengantar Filsafat Ilmu
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Pengantar Filsafat Ilmu
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Lihat Detail
Resume Filsafat2 | Menjadi Sukses atau Berilmu?
Menjadi Sukses atau Berilmu?
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Menjadi Sukses atau Berilmu?
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Menjadi Sukses atau Berilmu?
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Menjadi Sukses atau Berilmu?
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Menjadi Sukses atau Berilmu?
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.
Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Lihat Detail
Resume Filsafat1 | Pentingnya Sebuah Prinsip
Pentingnya Sebuah Prinsip
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Pentingnya Sebuah Prinsip
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Pentingnya Sebuah Prinsip
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Pentingnya Sebuah Prinsip
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Pentingnya Sebuah Prinsip
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.
Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.
Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Lihat Detail
Tugas Ilmu Negara|Semester II
Langsung Saja, Ini soalnya...
Langsung Saja, Ini soalnya...
Langsung Saja, Ini soalnya...
Langsung Saja, Ini soalnya...
Lihat Detail
Sejarah & Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT)
A. TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]
B. Sejarah TIK
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
Lihat Detail
Definisi sejarah dan Kebudayaan Menurut Para Ahli
Definisi sejarah dan
Kebudayaan Menurut Para Ahli
Sejarah
Pada dasarnya, sejarah dapat diartikan menjadi beberapa
identifikasi sebagai berikut :
1. Secara bahasa, dalam bahasa arab "sejarah"
berasal dari kata "syajarah" yang berarti pohon atau sebatang pohon,
apapun jenis pohon tersebut. Dengan
demikian, "sejarah" atau "syajarah" berarti segala sesuatu
yang berkaitan dengan suatu pohon mulai sejak benih pohon itu sampai segala hal
yang di hassilkan oleh pohon tersebut. Atau
dengan kata lain, sejarah atau "syajarah" adalah catatan detail
tentang suatu pohon dan segala sesuatu yang
dihasilkan nya. Dengan demikian, sejarah dapat di artikan catatan detail dengan lengkap
tentang segala sesuatu.[i]
2. Kata sejarah dari bahasa Inggris "HISTORY"
yang sebenarnya kata HISTORY itu sendiri
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai
3. Kata sejarah dalam bahasa Jerman dan Belanda.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarah berasal dari kata
GESCHICHTE dan dalam bahasa Belanda berasal dari kata GESCHIDENIS. Dalam bahasa Jerman dan Belanda mempunyai arti
yang sama, yaitu "kejadian yang dibuat oleh manusia"[ii]
Pengertian sejarah menurut
para ahli
J.V. Bryce
Sejarah
adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh
manusia.
W.H. Walsh
Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti
dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan
pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga
merupakan cerita yang berarti.
Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah
diperbuat oleh manusia.
Roeslan Abdulgani
Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan
yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan
masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan
maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya
tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan
penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas
hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan
kenyataan.
Ibnu Khaldun (1332-1406)
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat
umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat
itu.
R. Moh. Ali
Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia,
mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam
kenyataan di sekitar kita.
Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau
peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan,
kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana
bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa
atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang
abadi, unik, dan penting.[iii]
Peristiwa yang abadi
Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang
sepanjang masa.
Peristiwa yang unik
Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak
pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
Peristiwa yang penting
Kebudayaan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta
yaitu “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut “culture”, yang
berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan
juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[v]
Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli
x
Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negeri
1. Nostrand (1989: 51)
Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir,
berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
2. Richard brisling (1990: 11)
Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai,
pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan
goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar"
dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka
sebagai anggota masyarakat.
3. Croydon (1973: 4)
Budaya
adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang
batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi
dari kontrol boneka gerakannya.
4. Larson dan Smalley (1972: 39)
Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang
dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur
perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap masalah status, dan
membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang
berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan
komunitas persegi persegi.
5. Ralph Linton (1945: 30)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun
dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu
Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.
6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan
spiritual.
7. dihapus*
8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang
dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah
pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya
Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.
9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial
yang diperoleh individu dari grupnya.
10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk
teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya
merupakan warisan social.
11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman
dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu
maupun kelompok.
12. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang
dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para
anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima
ole semua masyarakat.
13. Francis Merill
Kebudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan
oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh
sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi
simbolis.
14. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh
pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol
tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk
mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.
15. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan
tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah
memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
16. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu
dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic,
kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri
melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal
atau informal.
17.Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari
kehidupan batin masyarakat.
18.Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut
sebagai superorganik.
x
Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negeri
1.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan
dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik
dari manusia dengan belajar.
2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil
perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang
merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan
kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik
berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
4.Effat al-Syarqawi
yang mengartikan
kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang
tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan
nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna
rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu.
5.Parsudi Suparlan
Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai
makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan
lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya
6.Sutan Takdir Alisyahbana
Mengatakan Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.
7.Dr.Moh.Hatta
Berpendapat Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa
8.Mangunsarkoro
Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam
arti yang seluas-luasnya
9.Drs.Sidi Gazalba
Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam
seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial
dengan suatu ruang dan suatu waktu.
10.Djojodigono(1958)
memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan
kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.[vi]
\
Definisi Sejarah Kebudayaan
Jadi,
sebagai kesimpulan menurut hemat saya, sejarah kebudayaan merupakan pengalaman
olah pikir manusia, yang terbentuk berdasar peristiwa yang di-ambil hikmahnya
dalam ruang lingkup pembelajaran serta dijadikan sebagai patokan dalam
merefleksikan suatu kenangan penting.By_M. Galang Pratama
Sumber Referensi [endnotes]
[i] muhammad haidir junaidi, pengertian sejarah
kebudayaan islam(http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam.html) diakses tanggal 11 maret 2014.
[ii]_______(http://carapedia.com/pengertian_definisi_sejarah_menurut_para_ahli_info231.html) diakses tanggal 11 maret 2014
[iii]_______(http://carapedia.com/pengertian_definisi_sejarah_menurut_para_ahli_info231.html) diakses
tanggal 11 maret 2014
[vi]________(http://mediabacaan.blogspot.com/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html) diakses
tanggal 11 maret 2014
*dihapus,
karena isi tidak lengkap.
Oleh:
Muh. Galang Pratama
Muh. Galang Pratama
Klp. : HPK 8
Tugas :MK. Sejarah Peradaban Islam
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar
*Catatan:
Izin Kopi-Paste dipersilakan selama mencantumkan sumber yaitu alamat (URL) blog ini. Terima kasih karena telah jujur dalam menulis dan mengutip.
Definisi sejarah dan
Kebudayaan Menurut Para Ahli
Sejarah
Pada dasarnya, sejarah dapat diartikan menjadi beberapa
identifikasi sebagai berikut :
1. Secara bahasa, dalam bahasa arab "sejarah"
berasal dari kata "syajarah" yang berarti pohon atau sebatang pohon,
apapun jenis pohon tersebut. Dengan
demikian, "sejarah" atau "syajarah" berarti segala sesuatu
yang berkaitan dengan suatu pohon mulai sejak benih pohon itu sampai segala hal
yang di hassilkan oleh pohon tersebut. Atau
dengan kata lain, sejarah atau "syajarah" adalah catatan detail
tentang suatu pohon dan segala sesuatu yang
dihasilkan nya. Dengan demikian, sejarah dapat di artikan catatan detail dengan lengkap
tentang segala sesuatu.[i]
2. Kata sejarah dari bahasa Inggris "HISTORY"
yang sebenarnya kata HISTORY itu sendiri
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai
3. Kata sejarah dalam bahasa Jerman dan Belanda.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarah berasal dari kata
GESCHICHTE dan dalam bahasa Belanda berasal dari kata GESCHIDENIS. Dalam bahasa Jerman dan Belanda mempunyai arti
yang sama, yaitu "kejadian yang dibuat oleh manusia"[ii]
Pengertian sejarah menurut
para ahli
J.V. Bryce
Sejarah
adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh
manusia.
W.H. Walsh
Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti
dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan
pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga
merupakan cerita yang berarti.
Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah
diperbuat oleh manusia.
Roeslan Abdulgani
Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan
yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan
masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan
maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya
tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan
penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas
hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan
kenyataan.
Ibnu Khaldun (1332-1406)
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat
umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat
itu.
R. Moh. Ali
Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia,
mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam
kenyataan di sekitar kita.
Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau
peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan,
kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana
bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa
atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang
abadi, unik, dan penting.[iii]
Peristiwa yang abadi
Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang
sepanjang masa.
Peristiwa yang unik
Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak
pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
Peristiwa yang penting
Kebudayaan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta
yaitu “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut “culture”, yang
berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan
juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[v]
Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli
x
Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negeri
1. Nostrand (1989: 51)
Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir,
berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
2. Richard brisling (1990: 11)
Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai,
pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan
goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar"
dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka
sebagai anggota masyarakat.
3. Croydon (1973: 4)
Budaya
adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang
batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi
dari kontrol boneka gerakannya.
4. Larson dan Smalley (1972: 39)
Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang
dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur
perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap masalah status, dan
membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang
berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan
komunitas persegi persegi.
5. Ralph Linton (1945: 30)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun
dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu
Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.
6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan
spiritual.
7. dihapus*
8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang
dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah
pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya
Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.
9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial
yang diperoleh individu dari grupnya.
10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk
teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya
merupakan warisan social.
11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman
dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu
maupun kelompok.
12. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang
dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para
anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima
ole semua masyarakat.
13. Francis Merill
Kebudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan
oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh
sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi
simbolis.
14. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh
pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol
tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk
mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.
15. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan
tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah
memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
16. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu
dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic,
kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri
melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal
atau informal.
17.Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari
kehidupan batin masyarakat.
18.Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut
sebagai superorganik.
x
Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negeri
1.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan
dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik
dari manusia dengan belajar.
2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil
perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang
merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan
kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik
berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
4.Effat al-Syarqawi
yang mengartikan
kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang
tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan
nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna
rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu.
5.Parsudi Suparlan
Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai
makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan
lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya
6.Sutan Takdir Alisyahbana
Mengatakan Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.
7.Dr.Moh.Hatta
Berpendapat Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa
8.Mangunsarkoro
Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam
arti yang seluas-luasnya
9.Drs.Sidi Gazalba
Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam
seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial
dengan suatu ruang dan suatu waktu.
10.Djojodigono(1958)
memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan
kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.[vi]
\
Definisi Sejarah Kebudayaan
Jadi,
sebagai kesimpulan menurut hemat saya, sejarah kebudayaan merupakan pengalaman
olah pikir manusia, yang terbentuk berdasar peristiwa yang di-ambil hikmahnya
dalam ruang lingkup pembelajaran serta dijadikan sebagai patokan dalam
merefleksikan suatu kenangan penting.By_M. Galang Pratama
Sumber Referensi [endnotes]
[i] muhammad haidir junaidi, pengertian sejarah
kebudayaan islam(http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam.html) diakses tanggal 11 maret 2014.
[ii]_______(http://carapedia.com/pengertian_definisi_sejarah_menurut_para_ahli_info231.html) diakses tanggal 11 maret 2014
[iii]_______(http://carapedia.com/pengertian_definisi_sejarah_menurut_para_ahli_info231.html) diakses
tanggal 11 maret 2014
[vi]________(http://mediabacaan.blogspot.com/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html) diakses
tanggal 11 maret 2014
*dihapus,
karena isi tidak lengkap.
Oleh:
Muh. Galang Pratama
Muh. Galang Pratama
Klp. : HPK 8
Tugas :MK. Sejarah Peradaban Islam
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar
*Catatan:
Izin Kopi-Paste dipersilakan selama mencantumkan sumber yaitu alamat (URL) blog ini. Terima kasih karena telah jujur dalam menulis dan mengutip.
Definisi sejarah dan
Kebudayaan Menurut Para Ahli
Sejarah
Pada dasarnya, sejarah dapat diartikan menjadi beberapa
identifikasi sebagai berikut :
1. Secara bahasa, dalam bahasa arab "sejarah"
berasal dari kata "syajarah" yang berarti pohon atau sebatang pohon,
apapun jenis pohon tersebut. Dengan
demikian, "sejarah" atau "syajarah" berarti segala sesuatu
yang berkaitan dengan suatu pohon mulai sejak benih pohon itu sampai segala hal
yang di hassilkan oleh pohon tersebut. Atau
dengan kata lain, sejarah atau "syajarah" adalah catatan detail
tentang suatu pohon dan segala sesuatu yang
dihasilkan nya. Dengan demikian, sejarah dapat di artikan catatan detail dengan lengkap
tentang segala sesuatu.[i]
2. Kata sejarah dari bahasa Inggris "HISTORY"
yang sebenarnya kata HISTORY itu sendiri
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai
3. Kata sejarah dalam bahasa Jerman dan Belanda.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarah berasal dari kata
GESCHICHTE dan dalam bahasa Belanda berasal dari kata GESCHIDENIS. Dalam bahasa Jerman dan Belanda mempunyai arti
yang sama, yaitu "kejadian yang dibuat oleh manusia"[ii]
Pengertian sejarah menurut
para ahli
J.V. Bryce
Sejarah
adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh
manusia.
W.H. Walsh
Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti
dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan
pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga
merupakan cerita yang berarti.
Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah
diperbuat oleh manusia.
Roeslan Abdulgani
Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan
yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan
masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan
maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya
tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan
penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas
hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan
kenyataan.
Ibnu Khaldun (1332-1406)
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat
umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat
itu.
R. Moh. Ali
Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia,
mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam
kenyataan di sekitar kita.
Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau
peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan,
kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana
bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa
atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang
abadi, unik, dan penting.[iii]
Peristiwa yang abadi
Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang
sepanjang masa.
Peristiwa yang unik
Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak
pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
Peristiwa yang penting
Kebudayaan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta
yaitu “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut “culture”, yang
berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan
juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[v]
Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli
x
Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negeri
1. Nostrand (1989: 51)
Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir,
berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
2. Richard brisling (1990: 11)
Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai,
pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan
goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar"
dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka
sebagai anggota masyarakat.
3. Croydon (1973: 4)
Budaya
adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang
batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi
dari kontrol boneka gerakannya.
4. Larson dan Smalley (1972: 39)
Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang
dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur
perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap masalah status, dan
membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang
berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan
komunitas persegi persegi.
5. Ralph Linton (1945: 30)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun
dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu
Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.
6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan
spiritual.
7. dihapus*
8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang
dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah
pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya
Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.
9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial
yang diperoleh individu dari grupnya.
10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk
teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya
merupakan warisan social.
11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman
dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu
maupun kelompok.
12. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang
dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para
anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima
ole semua masyarakat.
13. Francis Merill
Kebudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan
oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh
sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi
simbolis.
14. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh
pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol
tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk
mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.
15. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan
tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah
memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
16. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu
dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic,
kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri
melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal
atau informal.
17.Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari
kehidupan batin masyarakat.
18.Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut
sebagai superorganik.
x
Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negeri
1.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan
dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik
dari manusia dengan belajar.
2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil
perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang
merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan
kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik
berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
4.Effat al-Syarqawi
yang mengartikan
kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang
tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan
nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna
rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu.
5.Parsudi Suparlan
Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai
makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan
lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya
6.Sutan Takdir Alisyahbana
Mengatakan Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.
7.Dr.Moh.Hatta
Berpendapat Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa
8.Mangunsarkoro
Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam
arti yang seluas-luasnya
9.Drs.Sidi Gazalba
Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam
seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial
dengan suatu ruang dan suatu waktu.
10.Djojodigono(1958)
memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan
kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.[vi]
\
Definisi Sejarah Kebudayaan
Jadi,
sebagai kesimpulan menurut hemat saya, sejarah kebudayaan merupakan pengalaman
olah pikir manusia, yang terbentuk berdasar peristiwa yang di-ambil hikmahnya
dalam ruang lingkup pembelajaran serta dijadikan sebagai patokan dalam
merefleksikan suatu kenangan penting.By_M. Galang Pratama
Sumber Referensi [endnotes]
[i] muhammad haidir junaidi, pengertian sejarah
kebudayaan islam(http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam.html) diakses tanggal 11 maret 2014.
[ii]_______(http://carapedia.com/pengertian_definisi_sejarah_menurut_para_ahli_info231.html) diakses tanggal 11 maret 2014
[iii]_______(http://carapedia.com/pengertian_definisi_sejarah_menurut_para_ahli_info231.html) diakses
tanggal 11 maret 2014
[vi]________(http://mediabacaan.blogspot.com/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html) diakses
tanggal 11 maret 2014
*dihapus,
karena isi tidak lengkap.
Oleh:
Muh. Galang Pratama
Muh. Galang Pratama
Klp. : HPK 8
Tugas :MK. Sejarah Peradaban Islam
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar
*Catatan:
Izin Kopi-Paste dipersilakan selama mencantumkan sumber yaitu alamat (URL) blog ini. Terima kasih karena telah jujur dalam menulis dan mengutip.
Definisi sejarah dan
Kebudayaan Menurut Para Ahli
Sejarah
Pada dasarnya, sejarah dapat diartikan menjadi beberapa
identifikasi sebagai berikut :
1. Secara bahasa, dalam bahasa arab "sejarah"
berasal dari kata "syajarah" yang berarti pohon atau sebatang pohon,
apapun jenis pohon tersebut. Dengan
demikian, "sejarah" atau "syajarah" berarti segala sesuatu
yang berkaitan dengan suatu pohon mulai sejak benih pohon itu sampai segala hal
yang di hassilkan oleh pohon tersebut. Atau
dengan kata lain, sejarah atau "syajarah" adalah catatan detail
tentang suatu pohon dan segala sesuatu yang
dihasilkan nya. Dengan demikian, sejarah dapat di artikan catatan detail dengan lengkap
tentang segala sesuatu.[i]
2. Kata sejarah dari bahasa Inggris "HISTORY"
yang sebenarnya kata HISTORY itu sendiri
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai
3. Kata sejarah dalam bahasa Jerman dan Belanda.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarah berasal dari kata
GESCHICHTE dan dalam bahasa Belanda berasal dari kata GESCHIDENIS. Dalam bahasa Jerman dan Belanda mempunyai arti
yang sama, yaitu "kejadian yang dibuat oleh manusia"[ii]
Pengertian sejarah menurut
para ahli
J.V. Bryce
Sejarah
adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh
manusia.
W.H. Walsh
Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti
dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan
pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga
merupakan cerita yang berarti.
Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah
diperbuat oleh manusia.
Roeslan Abdulgani
Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan
yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan
masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan
maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya
tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan
penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas
hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan
kenyataan.
Ibnu Khaldun (1332-1406)
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat
umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat
itu.
R. Moh. Ali
Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia,
mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam
kenyataan di sekitar kita.
Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau
peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan,
kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana
bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa
atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang
abadi, unik, dan penting.[iii]
Peristiwa yang abadi
Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang
sepanjang masa.
Peristiwa yang unik
Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak
pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
Peristiwa yang penting
Kebudayaan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta
yaitu “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut “culture”, yang
berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan
juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[v]
Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli
x
Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negeri
1. Nostrand (1989: 51)
Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir,
berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
2. Richard brisling (1990: 11)
Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai,
pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan
goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar"
dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka
sebagai anggota masyarakat.
3. Croydon (1973: 4)
Budaya
adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang
batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi
dari kontrol boneka gerakannya.
4. Larson dan Smalley (1972: 39)
Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang
dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur
perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap masalah status, dan
membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang
berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan
komunitas persegi persegi.
5. Ralph Linton (1945: 30)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun
dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu
Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.
6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan
spiritual.
7. dihapus*
8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang
dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah
pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya
Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.
9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial
yang diperoleh individu dari grupnya.
10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk
teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya
merupakan warisan social.
11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman
dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu
maupun kelompok.
12. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang
dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para
anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima
ole semua masyarakat.
13. Francis Merill
Kebudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan
oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh
sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi
simbolis.
14. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh
pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol
tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk
mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.
15. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan
tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah
memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
16. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu
dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic,
kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri
melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal
atau informal.
17.Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari
kehidupan batin masyarakat.
18.Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut
sebagai superorganik.
x
Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negeri
1.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan
dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik
dari manusia dengan belajar.
2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil
perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang
merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan
kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik
berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
4.Effat al-Syarqawi
yang mengartikan
kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang
tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan
nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna
rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu.
5.Parsudi Suparlan
Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai
makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan
lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya
6.Sutan Takdir Alisyahbana
Mengatakan Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.
7.Dr.Moh.Hatta
Berpendapat Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa
8.Mangunsarkoro
Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam
arti yang seluas-luasnya
9.Drs.Sidi Gazalba
Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam
seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial
dengan suatu ruang dan suatu waktu.
10.Djojodigono(1958)
memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan
kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.[vi]
\
Definisi Sejarah Kebudayaan
Jadi,
sebagai kesimpulan menurut hemat saya, sejarah kebudayaan merupakan pengalaman
olah pikir manusia, yang terbentuk berdasar peristiwa yang di-ambil hikmahnya
dalam ruang lingkup pembelajaran serta dijadikan sebagai patokan dalam
merefleksikan suatu kenangan penting.By_M. Galang Pratama
Sumber Referensi [endnotes]
[i] muhammad haidir junaidi, pengertian sejarah
kebudayaan islam(http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam.html) diakses tanggal 11 maret 2014.
[ii]_______(http://carapedia.com/pengertian_definisi_sejarah_menurut_para_ahli_info231.html) diakses tanggal 11 maret 2014
[iii]_______(http://carapedia.com/pengertian_definisi_sejarah_menurut_para_ahli_info231.html) diakses
tanggal 11 maret 2014
[vi]________(http://mediabacaan.blogspot.com/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html) diakses
tanggal 11 maret 2014
*dihapus,
karena isi tidak lengkap.
Oleh:
Muh. Galang Pratama
Muh. Galang Pratama
Klp. : HPK 8
Tugas :MK. Sejarah Peradaban Islam
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar
*Catatan:
Izin Kopi-Paste dipersilakan selama mencantumkan sumber yaitu alamat (URL) blog ini. Terima kasih karena telah jujur dalam menulis dan mengutip.
Lihat Detail
English Materials 5
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
FAITH
A Muslim believes in Allah and he expresses
his belief in words, plants in the heart and actualizes it in deed. This
faith is expresses in detail by two kinds of expression: general and specific.
As a general faith, the muslim believes in
Allah with all his names and attributes, and he accepts all His commands. There
are ninety-nine attributes and names of Allah and a Muslim believes in all His
attributes. Allah is All-Powerfull. The All-knowing and the Cteator of the
universe. A muslim regards him as the only Ruler and Master. A muslim has to
depend upon Allah’s mercy alone.
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
FAITH
A Muslim believes in Allah and he expresses
his belief in words, plants in the heart and actualizes it in deed. This
faith is expresses in detail by two kinds of expression: general and specific.
As a general faith, the muslim believes in
Allah with all his names and attributes, and he accepts all His commands. There
are ninety-nine attributes and names of Allah and a Muslim believes in all His
attributes. Allah is All-Powerfull. The All-knowing and the Cteator of the
universe. A muslim regards him as the only Ruler and Master. A muslim has to
depend upon Allah’s mercy alone.
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
FAITH
A Muslim believes in Allah and he expresses
his belief in words, plants in the heart and actualizes it in deed. This
faith is expresses in detail by two kinds of expression: general and specific.
As a general faith, the muslim believes in
Allah with all his names and attributes, and he accepts all His commands. There
are ninety-nine attributes and names of Allah and a Muslim believes in all His
attributes. Allah is All-Powerfull. The All-knowing and the Cteator of the
universe. A muslim regards him as the only Ruler and Master. A muslim has to
depend upon Allah’s mercy alone.
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
FAITH
A Muslim believes in Allah and he expresses
his belief in words, plants in the heart and actualizes it in deed. This
faith is expresses in detail by two kinds of expression: general and specific.
As a general faith, the muslim believes in
Allah with all his names and attributes, and he accepts all His commands. There
are ninety-nine attributes and names of Allah and a Muslim believes in all His
attributes. Allah is All-Powerfull. The All-knowing and the Cteator of the
universe. A muslim regards him as the only Ruler and Master. A muslim has to
depend upon Allah’s mercy alone.
Lihat Detail
English Materials 4
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
THE QUR’AN
The Qur’an is the book of Allah. Every words of the Qur’an is
the words of Allah. It is a book of guidance. It is preserved in its original
form. Not a single word of it has been changed or lost. It is found today
exactly as it was revealed to the prophet Muhammad (p.b.u.h). How was the
Qur’an revealed to the prophet Muhammad (p.b.u.h)? Allah revealed the Qur’an
through the Angel Gabriel. Gabriel passed on Allah words to Muhammad (p.b.u.h.),
then Muhammad asked him secretary to write down exactly what Gabriel told him.
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
THE QUR’AN
The Qur’an is the book of Allah. Every words of the Qur’an is
the words of Allah. It is a book of guidance. It is preserved in its original
form. Not a single word of it has been changed or lost. It is found today
exactly as it was revealed to the prophet Muhammad (p.b.u.h). How was the
Qur’an revealed to the prophet Muhammad (p.b.u.h)? Allah revealed the Qur’an
through the Angel Gabriel. Gabriel passed on Allah words to Muhammad (p.b.u.h.),
then Muhammad asked him secretary to write down exactly what Gabriel told him.
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
THE QUR’AN
The Qur’an is the book of Allah. Every words of the Qur’an is
the words of Allah. It is a book of guidance. It is preserved in its original
form. Not a single word of it has been changed or lost. It is found today
exactly as it was revealed to the prophet Muhammad (p.b.u.h). How was the
Qur’an revealed to the prophet Muhammad (p.b.u.h)? Allah revealed the Qur’an
through the Angel Gabriel. Gabriel passed on Allah words to Muhammad (p.b.u.h.),
then Muhammad asked him secretary to write down exactly what Gabriel told him.
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
THE QUR’AN
The Qur’an is the book of Allah. Every words of the Qur’an is
the words of Allah. It is a book of guidance. It is preserved in its original
form. Not a single word of it has been changed or lost. It is found today
exactly as it was revealed to the prophet Muhammad (p.b.u.h). How was the
Qur’an revealed to the prophet Muhammad (p.b.u.h)? Allah revealed the Qur’an
through the Angel Gabriel. Gabriel passed on Allah words to Muhammad (p.b.u.h.),
then Muhammad asked him secretary to write down exactly what Gabriel told him.
Lihat Detail
English Materials 3
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
ISLAM
The word Islam, which
is derived from Arabic, means to accept, to follow and to obey. In other words,
Islam is following God, the master. God is our Creator and Master. Our success
in life relies fully on following the master. Therefore, we must all obey His
commands, either in
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
ISLAM
The word Islam, which
is derived from Arabic, means to accept, to follow and to obey. In other words,
Islam is following God, the master. God is our Creator and Master. Our success
in life relies fully on following the master. Therefore, we must all obey His
commands, either in
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
ISLAM
The word Islam, which
is derived from Arabic, means to accept, to follow and to obey. In other words,
Islam is following God, the master. God is our Creator and Master. Our success
in life relies fully on following the master. Therefore, we must all obey His
commands, either in
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs
from this following text !
ISLAM
The word Islam, which
is derived from Arabic, means to accept, to follow and to obey. In other words,
Islam is following God, the master. God is our Creator and Master. Our success
in life relies fully on following the master. Therefore, we must all obey His
commands, either in
Lihat Detail
English Materials 2
Find out
Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs from this following
text !
PROPHET MUHAMMAD
A great thing happened in the year 571 A.D
(the Christian Era). Muhammad, the last prophet, was born in Mecca 571
years after the prophet Jesus. His father was Abdullah, who
Find out
Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs from this following
text !
PROPHET MUHAMMAD
A great thing happened in the year 571 A.D
(the Christian Era). Muhammad, the last prophet, was born in Mecca 571
years after the prophet Jesus. His father was Abdullah, who
Find out
Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs from this following
text !
PROPHET MUHAMMAD
A great thing happened in the year 571 A.D
(the Christian Era). Muhammad, the last prophet, was born in Mecca 571
years after the prophet Jesus. His father was Abdullah, who
Find out
Nouns, Noun Clusters, Pronouns, Verbs, Adjectives and adverbs from this following
text !
PROPHET MUHAMMAD
A great thing happened in the year 571 A.D
(the Christian Era). Muhammad, the last prophet, was born in Mecca 571
years after the prophet Jesus. His father was Abdullah, who
Lihat Detail
English Materials 1
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns,
Verbs, Adjectives and adverbs from this following text !
ALLAH
-THE GOD
God is the lord of the universe. He is the Creator of the universe. He creates the world for us and also creates us in the best form. In Arabic, God is called Allah. Allah is the proper name for the one and only God. Therefore, God is one and Almighty. There is no one like him and He
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns,
Verbs, Adjectives and adverbs from this following text !
ALLAH
-THE GOD
God is the lord of the universe. He is the Creator of the universe. He creates the world for us and also creates us in the best form. In Arabic, God is called Allah. Allah is the proper name for the one and only God. Therefore, God is one and Almighty. There is no one like him and He
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns,
Verbs, Adjectives and adverbs from this following text !
ALLAH
-THE GOD
God is the lord of the universe. He is the Creator of the universe. He creates the world for us and also creates us in the best form. In Arabic, God is called Allah. Allah is the proper name for the one and only God. Therefore, God is one and Almighty. There is no one like him and He
Find out Nouns, Noun Clusters, Pronouns,
Verbs, Adjectives and adverbs from this following text !
ALLAH
-THE GOD
God is the lord of the universe. He is the Creator of the universe. He creates the world for us and also creates us in the best form. In Arabic, God is called Allah. Allah is the proper name for the one and only God. Therefore, God is one and Almighty. There is no one like him and He
Subscribe to:
Posts (Atom)
