Blog ini merupakan kawasan yang menjadi olah pikir mengenai Prodi Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (HPK) Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar, Angkatan 2013. Kami sangat senang dengan Prodi kami, maka hampir semua dari aktivitas akademik, kami bagikan di blog ini.
Semoga Bermanfaat.
PERINGATAN!!!
Tolong apapun (isi) yang diambil dari Blog ini, baik secara kopi-paste, atau hal uang lain, sangat mohon untuk disertakan sumbernya (yaitu URL/link/alamat blog ini serta nama penulis dari tulisan yang di-kopi) Karena ini merupakan Copyright © HPK_MgP

Terima Kasih.

Didukung oleh:

Hapeka

January 31, 2015

Opini : Mahasiswa, Wirausaha Muda dan Karakter Ekonomi Bangsa

Mahasiswa, Wirausaha Muda dan Karakter Ekonomi Bangsa
(Dalam Rangka Menyambut ASEAN Economic Community 2015)
Oleh : Muh. Galang Pratama
(Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar Prodi Hukum Pidana dan Ketatanegaraan Semester III)

Mahasiswa, sebagai kata yang mendeskripsikan sebuah pola perilaku yang anarkis bagi sebagian orang dan sebagian yang lainnya menggambarkan akan sebuah puncak dari pemuda yang bermakna “maha” artinya tinggi, mampu, kritis, berjiwa pemberani, cerdas dan berprestasi.

Wirausaha MudaDalam pandangan penulis, pemuda yakni mahasiswa yang cerdas ialah mereka (baca: mahasiswa-mahasiswi) yang berkuliah dibarengi dengan menjadi seorang wirausaha muda. Mengapa ? karena mahasiswa yang berwirausaha dapat belajar mandiri untuk mencari penghasilan sendiri dan dengannya ekonomi keluarga di kampung juga turut dihadiri oleh uang hasil keringat anak sendiri.

Ada beberapa macam usaha sampingan sebagai bentuk wirausaha yang dapat dikerjakan oleh pemuda (mahasiswa). Seperti, membuka usaha laundry, usaha menjual grosir pakaian, penjualan pulsa, jasa cuci foto, jasa print, jasa pembuatan blog, termasuk berjualan makanan seperti kue, catering, prasmanan, hingga pada bisnis besar seperti tempat percetakan dan home production.

Dan yang perlu diingat ialah, dalam berwirausaha selain mendapatkan keuntungan materil, kita juga bisa mendapatkan keuntungan lain yakni sebuah bentuk pelatihan mental pada diri.

Karakter Ekonomi Bangsa
Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa, apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2 persen dari persentase keseluruhan penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2013, hingga saat ini jumlah wirausaha di Indonesia telah mencapai 1,56 persen dari total jumlah penduduk. Sementara Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) menyebutkan bahwa jumlah wirausaha Indonesia baru 0,18 persen atau 400.000 orang, padahal jumlah idealnya mesti di atas 4,4 juta orang.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat memiliki wirausaha mencapai 11,5 persen dari jumlah penduduk, China 10 persen, Jepang 8 persen, Singapura 7,2 persen dan Malaysia 4 persen.

Dengan pendayagunaan seluruh komponen, terutama penggunaan SDM yang berkualitas dari pemuda yang profesional, akan diprediksi kemajuan ekonomi bangsa ini mampu mencapai 2 persen bahkan bisa lebih dari itu di tahun mendatang.

Inilah karakter ekonomi bangsa yang sesungguhnya. Dengan menghadirkan pasar di abad ke-21 ini yang memiliki daya saing yang tinggi serta dimotori oleh SDM yang profesional yang mana SDM bukan hanya cerdas dalam bisnis namun ditambah dengan nilai plus yakni mumpuni di bidang akademik. Akibatnya, penyatuan bidang skill dengan bidang kognitif yang hebat, maka SDM yang seperti ini segera patut di “cap” sebagai aset berharga untuk bangsa ini.

Ini adalah hal yang sangat menguntungkan. Menurut penulis, jika sekiranya kita mau dan siap dari sekarang untuk merealisasikan keinginan kita untuk berwirausaha, maka segeralah lakukan. Apapun tantangannya, jangan takut memulainya, kreatif dan beranilah. Hanya ada dua yang mesti kita siapkan dalam memulai wirausaha sebagai bekal rahasia, yang saya sebut dengan ‘TM’ yakni Tekad dan Modal. Tekad ialah sebuah keinginan yang kuat, ada 3 jenis keinginan disini yakni; 1.Keinginan untuk menjadi orang sukses yang dibuktikan dengan adanya motivasi tinggi; 2.Keinginan untuk belajar terus dan 3.Keinginan untuk berhasil yang dibuktikan dengan segera menjalankan wirausaha. Persiapkan ‘TM’, kemudian segeralah ber-wirausaha.

Jika dilihat dari faktor usia, sebagian besar penduduk Indonesia atau sekitar 70% nya merupakan usia produktif. Olehnya itu, pemuda memegang peran strategis dalam menyambut ASEAN Economic Community (AEC) 2015 mendatang. Pertukaran dalam bentuk investasi, tenaga kerja dan barang dan jasa, ialah hal yang menjadi prioritas dalam tujuan AEC tersebut.

Nah, mulai dari sekarang di penghujung tahun ini, marilah kita untuk mendayagunakan komponen pemuda Indonesia atau mahasiswa Indonesia sebagai pangku generasi kemajuan ekonomi bangsa ini. Jadikan pengusaha muda sebahagian besar dari kalangan mahasiswa. Sebab merekalah yang akan melahirkan perusahaan besar di negeri ini.

Sehingga bukan hanya pengusaha-pengusaha besar dari luar negeri yang memiliki saham di negeri kita, sehingga merekalah (baca: Pengusaha dari Luar Negeri) yang malah tambah kaya, sedangkan penduduk pribumi negeri ini menjadi tambah miskin.

Dengan hadirnya generasi muda di AEC 2015 mendatang, kita buktikan bahwa SDM yang dimiliki negeri ini juga akan mampu bersaing di pasar global dunia. Sekarang, semuanya terletak pada diri kita, jika kita tidak mempersiapkan sekarang untuk mulai ber-wirausaha, maka bersiaplah untuk menelan pahitnya keterasingan di dunia ekonomi sesungguhnya. Semoga!

Muh. Galang Pratama
Galang memberikan siraman batin tentang kuliah



Post a Comment