Puskaistek LP2M dan prodi HPK adakan Kajian hukum di UIN Alauddin Makassar
Lihat Detail

Puskaistek LP2M dan prodi HPK adakan Kajian hukum di UIN Alauddin Makassar

Pusat Kajian Islam Sains dan Teknologi (PUSKAISTEK) LP2M UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Prodi HPK (Hukum Pidana dan Ketatanegaraan) mengadakan kajian bulanan dengan mengusung tema, "Prospek dan Tantangan HPK di Era Global."

Kajian ini dibawakan oleh tiga pemateri yakni Prof. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D., sebagai Kepala Puskaistek, Siti Aisyah Kara, MA., Ph.D, selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Drs. Hamzah Hasan, M.Hi selaku Wakil Dekan III Fakultas Syari'ah dan Hukum dan juga sebagai kandidat Doktor di UIN Alauddin Makassar ini.Tentang calon ahli hukum, para mahasiswa HPK (Hukum Pidana dan Ketatanegaraan) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, dibekali berbagai ilmu agar nantinya para mahasiswa ini dapat menjadi penggerak kemajuan bangsa di bidang hukum.

Karena begitu jelas saat ini Negeri kita menghadapi disintegrasi yang mengarah pada kesalahan hukum. Turut hadir Dekan Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH), Prof. Dr. H. Ali Parman, MA. Sebelum membuka kajian tersebut, Dekan FSH sempat mengatakan, "saat ini kasus pidana yang banyak berkembang di Indonesia."Sama halnya yang diungkapkan oleh Prof. Ali Parman, Prof. Hamdan sebagai pemateri pertama dalam kajian tersebut juga mengungkap berbagai kasus pidana serta institusi hukum. "Banyak hal-hal yang perlu dikritisi terkait dengan aspek hukum, termasuk hukum pidana. Lemahnya taat hukum menjadikan banyak lembaga hukum terus bermunculan. Contohnya saja wacana KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) akan dibentuk di setiap daerah", ungkap penulis buku best seller Melawan Takdir.

Kepada sekitar 200an Mahasiswa, beliau juga memberikan berbagai pandangan kritisnya terkait perbedaan perilaku yang dimiliki oleh orang barat dan oleh orang Indonesia terkait masalah hukum. Beliau yang juga terkenal sebagai Professor termuda itu setiap kali memberikan pesan moral melalui cerita-cerita lucu yang dimulai dari kata, "konon katanya".Selain itu, pemateri kedua yang juga sebagai dosen di fakultas Syari'ah dan hukum yakni Siti Aisyah, membahas tentang HPK dalam perspektif Gender. Dan pemateri ketiga yakni Hamzah Hasan yang membahas mengenai penerapan Hukum Pidana Islam di Indonesia.

Sebagai kesimpulan dari hasil kajian tersebut, diharapkan para mahasiswa Prodi HPK dapat menjadi tonggak penggerak bagi kemajuan bangsa dari segala bidang yang dapat dimasuki oleh Hukum. Karena sebagaimana adagium yang populer tentang hukum dikatakan Manusia lahir dijemput oleh hukum, Manusia hidup diatur oleh hukum dan Manusia Mati diantar oleh Hukum.


_Muh. Galang Pratama, Mahasiswa HPK-FSH UIN Alauddin Makassar melaporkan dari Samata, Gowa.Sent from Samsung Mobile
Pusat Kajian Islam Sains dan Teknologi (PUSKAISTEK) LP2M UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Prodi HPK (Hukum Pidana dan Ketatanegaraan) mengadakan kajian bulanan dengan mengusung tema, "Prospek dan Tantangan HPK di Era Global."

Kajian ini dibawakan oleh tiga pemateri yakni Prof. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D., sebagai Kepala Puskaistek, Siti Aisyah Kara, MA., Ph.D, selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Drs. Hamzah Hasan, M.Hi selaku Wakil Dekan III Fakultas Syari'ah dan Hukum dan juga sebagai kandidat Doktor di UIN Alauddin Makassar ini.Tentang calon ahli hukum, para mahasiswa HPK (Hukum Pidana dan Ketatanegaraan) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, dibekali berbagai ilmu agar nantinya para mahasiswa ini dapat menjadi penggerak kemajuan bangsa di bidang hukum.

Karena begitu jelas saat ini Negeri kita menghadapi disintegrasi yang mengarah pada kesalahan hukum. Turut hadir Dekan Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH), Prof. Dr. H. Ali Parman, MA. Sebelum membuka kajian tersebut, Dekan FSH sempat mengatakan, "saat ini kasus pidana yang banyak berkembang di Indonesia."Sama halnya yang diungkapkan oleh Prof. Ali Parman, Prof. Hamdan sebagai pemateri pertama dalam kajian tersebut juga mengungkap berbagai kasus pidana serta institusi hukum. "Banyak hal-hal yang perlu dikritisi terkait dengan aspek hukum, termasuk hukum pidana. Lemahnya taat hukum menjadikan banyak lembaga hukum terus bermunculan. Contohnya saja wacana KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) akan dibentuk di setiap daerah", ungkap penulis buku best seller Melawan Takdir.

Kepada sekitar 200an Mahasiswa, beliau juga memberikan berbagai pandangan kritisnya terkait perbedaan perilaku yang dimiliki oleh orang barat dan oleh orang Indonesia terkait masalah hukum. Beliau yang juga terkenal sebagai Professor termuda itu setiap kali memberikan pesan moral melalui cerita-cerita lucu yang dimulai dari kata, "konon katanya".Selain itu, pemateri kedua yang juga sebagai dosen di fakultas Syari'ah dan hukum yakni Siti Aisyah, membahas tentang HPK dalam perspektif Gender. Dan pemateri ketiga yakni Hamzah Hasan yang membahas mengenai penerapan Hukum Pidana Islam di Indonesia.

Sebagai kesimpulan dari hasil kajian tersebut, diharapkan para mahasiswa Prodi HPK dapat menjadi tonggak penggerak bagi kemajuan bangsa dari segala bidang yang dapat dimasuki oleh Hukum. Karena sebagaimana adagium yang populer tentang hukum dikatakan Manusia lahir dijemput oleh hukum, Manusia hidup diatur oleh hukum dan Manusia Mati diantar oleh Hukum.


_Muh. Galang Pratama, Mahasiswa HPK-FSH UIN Alauddin Makassar melaporkan dari Samata, Gowa.Sent from Samsung Mobile
Pusat Kajian Islam Sains dan Teknologi (PUSKAISTEK) LP2M UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Prodi HPK (Hukum Pidana dan Ketatanegaraan) mengadakan kajian bulanan dengan mengusung tema, "Prospek dan Tantangan HPK di Era Global."

Kajian ini dibawakan oleh tiga pemateri yakni Prof. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D., sebagai Kepala Puskaistek, Siti Aisyah Kara, MA., Ph.D, selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Drs. Hamzah Hasan, M.Hi selaku Wakil Dekan III Fakultas Syari'ah dan Hukum dan juga sebagai kandidat Doktor di UIN Alauddin Makassar ini.Tentang calon ahli hukum, para mahasiswa HPK (Hukum Pidana dan Ketatanegaraan) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, dibekali berbagai ilmu agar nantinya para mahasiswa ini dapat menjadi penggerak kemajuan bangsa di bidang hukum.

Karena begitu jelas saat ini Negeri kita menghadapi disintegrasi yang mengarah pada kesalahan hukum. Turut hadir Dekan Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH), Prof. Dr. H. Ali Parman, MA. Sebelum membuka kajian tersebut, Dekan FSH sempat mengatakan, "saat ini kasus pidana yang banyak berkembang di Indonesia."Sama halnya yang diungkapkan oleh Prof. Ali Parman, Prof. Hamdan sebagai pemateri pertama dalam kajian tersebut juga mengungkap berbagai kasus pidana serta institusi hukum. "Banyak hal-hal yang perlu dikritisi terkait dengan aspek hukum, termasuk hukum pidana. Lemahnya taat hukum menjadikan banyak lembaga hukum terus bermunculan. Contohnya saja wacana KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) akan dibentuk di setiap daerah", ungkap penulis buku best seller Melawan Takdir.

Kepada sekitar 200an Mahasiswa, beliau juga memberikan berbagai pandangan kritisnya terkait perbedaan perilaku yang dimiliki oleh orang barat dan oleh orang Indonesia terkait masalah hukum. Beliau yang juga terkenal sebagai Professor termuda itu setiap kali memberikan pesan moral melalui cerita-cerita lucu yang dimulai dari kata, "konon katanya".Selain itu, pemateri kedua yang juga sebagai dosen di fakultas Syari'ah dan hukum yakni Siti Aisyah, membahas tentang HPK dalam perspektif Gender. Dan pemateri ketiga yakni Hamzah Hasan yang membahas mengenai penerapan Hukum Pidana Islam di Indonesia.

Sebagai kesimpulan dari hasil kajian tersebut, diharapkan para mahasiswa Prodi HPK dapat menjadi tonggak penggerak bagi kemajuan bangsa dari segala bidang yang dapat dimasuki oleh Hukum. Karena sebagaimana adagium yang populer tentang hukum dikatakan Manusia lahir dijemput oleh hukum, Manusia hidup diatur oleh hukum dan Manusia Mati diantar oleh Hukum.


_Muh. Galang Pratama, Mahasiswa HPK-FSH UIN Alauddin Makassar melaporkan dari Samata, Gowa.Sent from Samsung Mobile
Mahasiswa HPK 7,8 berlatih skill buat blog di luar jam kuliah
Lihat Detail

Mahasiswa HPK 7,8 berlatih skill buat blog di luar jam kuliah

Hari ini, senin, 8 Desember 2014 bertempat di perpustakaan kampus 2 UIN Alauddin Makassar. Beberapa dari kami, mahasiswa HPK 7,8 sedang mengadakan diskusi dan belajar pembuatan email dan blog.

Muh. Galang Pratama
Riswan dan Aqil (Foto: MgP)
Muh. Galang Pratama
Membuat Blog (Foto: MgP)

Kegiatan ini kami langsungkan, sebab hari ini kami tidak ada jadwal kuliah. Sehingga kami berpikir untuk memanfaatkan waktu kami dengan belajar sesuatu hal yang tidak kami dapati di bangku perkuliahan.

Riswan, salah seorang mahasiswa HPK 7,8 mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. "Bagus sekali ini kegiatan, karena tidak dipelajari di kuliah," Papar Riswan.

Kegiatan ini akan menjadi rutinitas dari kelas HPK 7,8. Sebab betapa penting skill dan pengetahuan yang dapat dipelajari mahasiswa saat ini, begitu kompleks dan spesifik. Maka atas dasar seperti itu kami mencoba untuk menggali skill dan pengetahuan kami diluar jam kuliah.

Muh. Galang Pratama
Ketua tingkat HPK (Hukum Pidana dan Ketatanegaraan) 7,8.
Hari ini, senin, 8 Desember 2014 bertempat di perpustakaan kampus 2 UIN Alauddin Makassar. Beberapa dari kami, mahasiswa HPK 7,8 sedang mengadakan diskusi dan belajar pembuatan email dan blog.

Muh. Galang Pratama
Riswan dan Aqil (Foto: MgP)
Muh. Galang Pratama
Membuat Blog (Foto: MgP)

Kegiatan ini kami langsungkan, sebab hari ini kami tidak ada jadwal kuliah. Sehingga kami berpikir untuk memanfaatkan waktu kami dengan belajar sesuatu hal yang tidak kami dapati di bangku perkuliahan.

Riswan, salah seorang mahasiswa HPK 7,8 mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. "Bagus sekali ini kegiatan, karena tidak dipelajari di kuliah," Papar Riswan.

Kegiatan ini akan menjadi rutinitas dari kelas HPK 7,8. Sebab betapa penting skill dan pengetahuan yang dapat dipelajari mahasiswa saat ini, begitu kompleks dan spesifik. Maka atas dasar seperti itu kami mencoba untuk menggali skill dan pengetahuan kami diluar jam kuliah.

Muh. Galang Pratama
Ketua tingkat HPK (Hukum Pidana dan Ketatanegaraan) 7,8.
Laporan: Kemacetan di Area Pembangunan Jalan Lingkar Samata
Lihat Detail

Laporan: Kemacetan di Area Pembangunan Jalan Lingkar Samata


Muh. Galang Pratama
Foto: Dokumentasi Pribadi

Semenjak dua pekan terakhir ini, simpang empat yang menghubungkan Samata, Hertasning Baru, Antang dan Kampus 2 UIN Alauddin, mengalami kemacetan.

Hal ini diperparah oleh belum rampungnya pembangunan jalan lingkar di tempat tersebut. Akibatnya kendaraan yang melintas di tempat tersebut harus antri untuk dapat melintas.

Belum lagi ditambah kendaraan besar beroda empat dan enam yang banyak membawa muatan membuat kondisi jalan semakin rumit dilalui. Air genangan bekas hujan pun turut menghiasi aspal jalan.

Kemacetan yang terjadi di jalan lingkar tersebut sudah berlangsung dari pagi hingga malam hari.

Nurjannah, salah seorang penjaja gorengan di pinggir pembangunan jalan lingkar mengatakan, "sudah macet dari pagi, siang, sore bahkan sampai jam 10 malam."

Kemudian, kemacetan yang terjadi paling parah ialah pada pagi hari. "Kalau pagi-pagi mi itu, Mahasiswa mau ke kampusnya, tambah macet mi itu jalan", papar Nurjannnah yang terlihat semangat melayani wawancara saya.

Jika tidak ada solusi yang diberikan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut, maka pengguna jalan akan tetap merasakan kemacetan di daerah yang penuh rumah kost dan tukang print itu.

Maka sebaiknya pihak polisi harus tetap siaga di simpang empat tersebut dari pagi hingga malam hari demi menertibkan jalan.

Terima kasih.
Muh. Galang Pratama, melaporkan dari Samata Gowa.

Muh. Galang Pratama
Koran Tribun-Timur edisi Rabu (26/11)



Muh. Galang Pratama
Foto: Dokumentasi Pribadi

Semenjak dua pekan terakhir ini, simpang empat yang menghubungkan Samata, Hertasning Baru, Antang dan Kampus 2 UIN Alauddin, mengalami kemacetan.

Hal ini diperparah oleh belum rampungnya pembangunan jalan lingkar di tempat tersebut. Akibatnya kendaraan yang melintas di tempat tersebut harus antri untuk dapat melintas.

Belum lagi ditambah kendaraan besar beroda empat dan enam yang banyak membawa muatan membuat kondisi jalan semakin rumit dilalui. Air genangan bekas hujan pun turut menghiasi aspal jalan.

Kemacetan yang terjadi di jalan lingkar tersebut sudah berlangsung dari pagi hingga malam hari.

Nurjannah, salah seorang penjaja gorengan di pinggir pembangunan jalan lingkar mengatakan, "sudah macet dari pagi, siang, sore bahkan sampai jam 10 malam."

Kemudian, kemacetan yang terjadi paling parah ialah pada pagi hari. "Kalau pagi-pagi mi itu, Mahasiswa mau ke kampusnya, tambah macet mi itu jalan", papar Nurjannnah yang terlihat semangat melayani wawancara saya.

Jika tidak ada solusi yang diberikan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut, maka pengguna jalan akan tetap merasakan kemacetan di daerah yang penuh rumah kost dan tukang print itu.

Maka sebaiknya pihak polisi harus tetap siaga di simpang empat tersebut dari pagi hingga malam hari demi menertibkan jalan.

Terima kasih.
Muh. Galang Pratama, melaporkan dari Samata Gowa.

Muh. Galang Pratama
Koran Tribun-Timur edisi Rabu (26/11)



Muh. Galang Pratama
Foto: Dokumentasi Pribadi

Semenjak dua pekan terakhir ini, simpang empat yang menghubungkan Samata, Hertasning Baru, Antang dan Kampus 2 UIN Alauddin, mengalami kemacetan.

Hal ini diperparah oleh belum rampungnya pembangunan jalan lingkar di tempat tersebut. Akibatnya kendaraan yang melintas di tempat tersebut harus antri untuk dapat melintas.

Belum lagi ditambah kendaraan besar beroda empat dan enam yang banyak membawa muatan membuat kondisi jalan semakin rumit dilalui. Air genangan bekas hujan pun turut menghiasi aspal jalan.

Kemacetan yang terjadi di jalan lingkar tersebut sudah berlangsung dari pagi hingga malam hari.

Nurjannah, salah seorang penjaja gorengan di pinggir pembangunan jalan lingkar mengatakan, "sudah macet dari pagi, siang, sore bahkan sampai jam 10 malam."

Kemudian, kemacetan yang terjadi paling parah ialah pada pagi hari. "Kalau pagi-pagi mi itu, Mahasiswa mau ke kampusnya, tambah macet mi itu jalan", papar Nurjannnah yang terlihat semangat melayani wawancara saya.

Jika tidak ada solusi yang diberikan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut, maka pengguna jalan akan tetap merasakan kemacetan di daerah yang penuh rumah kost dan tukang print itu.

Maka sebaiknya pihak polisi harus tetap siaga di simpang empat tersebut dari pagi hingga malam hari demi menertibkan jalan.

Terima kasih.
Muh. Galang Pratama, melaporkan dari Samata Gowa.

Muh. Galang Pratama
Koran Tribun-Timur edisi Rabu (26/11)


Writing Workshop oleh HMJ KPI UIN Alauddin Makassar
Lihat Detail

Writing Workshop oleh HMJ KPI UIN Alauddin Makassar

muh. galang pratama
Foto: Dokumentasi Pribadi
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar hari ini (17/11) mengadakan Writing Workshop.

Narasumber dari writing workshop itu yakni bapak Drs. Moh. Yahya Mustafa, M.Si. Beliau memaparkan materinya terkait dengan pembuatan buletin, penulisan berita serta pentingnya rumus 5W + 1H dalam penulisan berita.

Kegiatan writing workshop ini dihadiri oleh sekira 44 peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan di FDK seperti jurusan jurnalistik, manajemen dakwah dan salah seorang mahasiswa dari lintas fakultas, serta mayoritas pesertanya dari jurusan KPI itu sendiri sebagai penyelenggara dari kegiatan tersebut.

Wirda, selaku koordinator dari bidang writing HMJ KPI itu yang bertugas sebagai panitia pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program dari Himpunan Mahasiswa Jurusan KPI. Serta kegiatan ini merupakan bekal awal buat mahasiswa-mahasiswi jurusan KPI untuk pelaksanaan program selanjutnya yang disebutnya, #GerakanKPImenulis.

Narasumber juga tak lupa membagikan pengalamannya dibidang kepenulisan serta pengalaman beliau saat 10 tahun menjadi wartawan bidang politik dan pemerintahan Harian Pedoman Rakyat Makassar.

Alumni Ilmu Politik FISIP UNHAS 1989 itu, juga memperlihatkan beberapa buku diantaranya buku dari Ahmad Tohari, "Ronggeng Dukuh Paruk", serta satu buku lain yang ditulis oleh Sastrawan Indonesia masa orde baru, Pramodya Ananta Toer.

Dalam kepenulisan, juga dibutuhkan intuisi (semacam indra ke-enam), pemahaman pengetahuan dan yang terpenting ialah banyak-banyak membaca. "Membaca dan menulis itu adalah satu hal yang tak dapat dipisahkan", ungkap Pak Yahya Mustafa yang juga sebagai salah satu dosen Luar Biasa di UIN Alauddin Makassar itu.

Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam yang dilaksanakan di LT Fakultas Dakwah dan Komunikasi tersebut sangat meriah, karena di penghujung workshop disediakan sesi tanya-jawab oleh peserta workshop kepada narasumber.

Muh. Galang Pratama
Koran Tribun Timur edisi Selasa (18/11) 


(Muh. Galang Pratama melaporkan dari Samata, Kampus 2 UIN Alauddin Makassar).

Lihat juga di : http://rakyatbersatu.com/gerakan-menulis-kpi-fdk-uin-alauddin-makassar/
muh. galang pratama
Foto: Dokumentasi Pribadi
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar hari ini (17/11) mengadakan Writing Workshop.

Narasumber dari writing workshop itu yakni bapak Drs. Moh. Yahya Mustafa, M.Si. Beliau memaparkan materinya terkait dengan pembuatan buletin, penulisan berita serta pentingnya rumus 5W + 1H dalam penulisan berita.

Kegiatan writing workshop ini dihadiri oleh sekira 44 peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan di FDK seperti jurusan jurnalistik, manajemen dakwah dan salah seorang mahasiswa dari lintas fakultas, serta mayoritas pesertanya dari jurusan KPI itu sendiri sebagai penyelenggara dari kegiatan tersebut.

Wirda, selaku koordinator dari bidang writing HMJ KPI itu yang bertugas sebagai panitia pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program dari Himpunan Mahasiswa Jurusan KPI. Serta kegiatan ini merupakan bekal awal buat mahasiswa-mahasiswi jurusan KPI untuk pelaksanaan program selanjutnya yang disebutnya, #GerakanKPImenulis.

Narasumber juga tak lupa membagikan pengalamannya dibidang kepenulisan serta pengalaman beliau saat 10 tahun menjadi wartawan bidang politik dan pemerintahan Harian Pedoman Rakyat Makassar.

Alumni Ilmu Politik FISIP UNHAS 1989 itu, juga memperlihatkan beberapa buku diantaranya buku dari Ahmad Tohari, "Ronggeng Dukuh Paruk", serta satu buku lain yang ditulis oleh Sastrawan Indonesia masa orde baru, Pramodya Ananta Toer.

Dalam kepenulisan, juga dibutuhkan intuisi (semacam indra ke-enam), pemahaman pengetahuan dan yang terpenting ialah banyak-banyak membaca. "Membaca dan menulis itu adalah satu hal yang tak dapat dipisahkan", ungkap Pak Yahya Mustafa yang juga sebagai salah satu dosen Luar Biasa di UIN Alauddin Makassar itu.

Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam yang dilaksanakan di LT Fakultas Dakwah dan Komunikasi tersebut sangat meriah, karena di penghujung workshop disediakan sesi tanya-jawab oleh peserta workshop kepada narasumber.

Muh. Galang Pratama
Koran Tribun Timur edisi Selasa (18/11) 


(Muh. Galang Pratama melaporkan dari Samata, Kampus 2 UIN Alauddin Makassar).

Lihat juga di : http://rakyatbersatu.com/gerakan-menulis-kpi-fdk-uin-alauddin-makassar/
muh. galang pratama
Foto: Dokumentasi Pribadi
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar hari ini (17/11) mengadakan Writing Workshop.

Narasumber dari writing workshop itu yakni bapak Drs. Moh. Yahya Mustafa, M.Si. Beliau memaparkan materinya terkait dengan pembuatan buletin, penulisan berita serta pentingnya rumus 5W + 1H dalam penulisan berita.

Kegiatan writing workshop ini dihadiri oleh sekira 44 peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan di FDK seperti jurusan jurnalistik, manajemen dakwah dan salah seorang mahasiswa dari lintas fakultas, serta mayoritas pesertanya dari jurusan KPI itu sendiri sebagai penyelenggara dari kegiatan tersebut.

Wirda, selaku koordinator dari bidang writing HMJ KPI itu yang bertugas sebagai panitia pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program dari Himpunan Mahasiswa Jurusan KPI. Serta kegiatan ini merupakan bekal awal buat mahasiswa-mahasiswi jurusan KPI untuk pelaksanaan program selanjutnya yang disebutnya, #GerakanKPImenulis.

Narasumber juga tak lupa membagikan pengalamannya dibidang kepenulisan serta pengalaman beliau saat 10 tahun menjadi wartawan bidang politik dan pemerintahan Harian Pedoman Rakyat Makassar.

Alumni Ilmu Politik FISIP UNHAS 1989 itu, juga memperlihatkan beberapa buku diantaranya buku dari Ahmad Tohari, "Ronggeng Dukuh Paruk", serta satu buku lain yang ditulis oleh Sastrawan Indonesia masa orde baru, Pramodya Ananta Toer.

Dalam kepenulisan, juga dibutuhkan intuisi (semacam indra ke-enam), pemahaman pengetahuan dan yang terpenting ialah banyak-banyak membaca. "Membaca dan menulis itu adalah satu hal yang tak dapat dipisahkan", ungkap Pak Yahya Mustafa yang juga sebagai salah satu dosen Luar Biasa di UIN Alauddin Makassar itu.

Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam yang dilaksanakan di LT Fakultas Dakwah dan Komunikasi tersebut sangat meriah, karena di penghujung workshop disediakan sesi tanya-jawab oleh peserta workshop kepada narasumber.

Muh. Galang Pratama
Koran Tribun Timur edisi Selasa (18/11) 


(Muh. Galang Pratama melaporkan dari Samata, Kampus 2 UIN Alauddin Makassar).

Lihat juga di : http://rakyatbersatu.com/gerakan-menulis-kpi-fdk-uin-alauddin-makassar/
Suasana Kelas Sembari Menunggu Dosen Masuk
Lihat Detail
Sebuah Kelas: Kuliah dan Permainan
Lihat Detail

Sebuah Kelas: Kuliah dan Permainan

Oleh : Muh. Galang Pratama
Mahasiswa HPK7,8-FSH- UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Angkatan 2013)

Bagi mayoritas mahasiswa, kuliah dalam kelas tentunya bukan menjadi hal yang tabu. Meskipun didalam proses suasana belajar dalam perguruan tinggi, kelas bukan menjadi satu-satunya hal krusial yang menjadi "wadah" untuk belajar para mahasiswa.

Hal itu disebabkan karena "rumah kampus" yang luas nan megah diisi oleh berbagai hal yang dapat menunjang perkembangan dari mahasiswa itu sendiri. Baik itu dari segi kognitif (knowledge), psikomotorik (skill) maupun psikis (mental attitude).

Ada 3 poin penting dari kata Italic (baca: kata bergaris miring) diatas. Yakni 1. Knowledge; 2. Skill; dan 3. Attitude. Apa maksud dari ketiga poin ini, penulis akan mencoba menjabarkannya melalui kutipan dari http://malicemrc.wordpress.com
  1. Knowledge : konsep, prinsip, informasi yang didapat dari proses pembelajaran/pengalaman.
  2. Skill : kemampuan utk melakukan aktivitas psikomotorik yg mempengaruhi seseorang utk menampilkan kinerja yg efektif pd suatu hal.
  3. Attitude : kecenderungan dasar utk merespon thdp objek tertentu berdasarkan keyakinan/opini kita.
Dewasa ini, para pemuda bangsa ini serta para kepada seluruh kalangan, memang sudah memperhatikan beberapa poin tersebut, utamanya pada poin pertama dan yang kedua yakni knowledge dan skill.

Namun, mayoritas orang dan utamanya pemuda masih sangat kurang dengan pendidikan mental Attitudenya. Orang-orang hanya sibuk memperbaiki dan terus mengasah knowledge/pengetahuannya dan skill/keterampilannya namun masih saja tidak mengacuhkan urgensi dari mental attitude/sikap dari seseorang.

Suasana kampus, kadangkala membawa para mahasiswa dalam kesusksesan namun dapat pula menyesatkan mahasiswa kedalam lembah pemikiran yang salah sebab sistem doktrin "keras" yang terpatri dalam jiwa dan hati para mahasiswa ketika mengikuti kegiatan "pengkaderan" di luar kampus.

Namun, kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa seluruh bentuk pengkaderan yang ada dalam lingkungan sekitar mahasiswa itu tidak baik. Akan tetapi disini penulis tetap memberikan argumen yang jelas menurut hemat penulis sendiri bahwa kegiatan diluar kampus yang boleh diikuti ialah suatu hal yang kita jadikan wadah pengembangan akan skill yang setiap mahasiswa miliki.

Mahasiswa mesti lebih pintar untuk memilih wadahnya sendiri dalam rangka peningkatan skillnya dan bukan hanya itu bahwa yang mesti menjadi salah satu poin penilaian ialah jangan sampai ada kegiatan baik itu dilaksanakan dalam lingkungan dalam kampus, maupun diluar kampus, yang mana kegiatan itu mengganggu jam kuliah utama di dalam kelas.

Sebab, bagaimana pun tujuan dari mahasiswa adalah untuk kuliah dan kuliah itu ya tentunya menghadirkan diri dalam proses belajar-mengajar didalam kelas. Namun, beberapa pertanyaan kemudian muncul ketika urgensi edukasi dalam proses kuliah dalam kelas mulai mencuat ke permukaan yakni ketika rasa bosan, malas, kesal, pengap, kusut, dan rasa panas yang seakan-akan masuk menusuk jiwa-raga para mahasiswa ketika proses kuliah berlangsung.

Disinilah pentingnya ada formulasi pikiran yang dibentuk oleh paradigma seorang mahasiswa yang mestinya harus menganggap bahwa hadirnya diri;raga pada kelas adalah suatu kewajiban dalam rangka pemenuhan absensi akademik.

Ada metode yang baik untuk dapat dijadikan sebagai salah-satu acuan untuk menghindari perasaan "miring" dari mahasiswa ketika berada didalam kelas. Yakni bagaimana menjadikan sebagai kuliah itu berupa ajang permainan yang dimainkan oleh mahasiswa itu sendiri.

Permainan yang mana mahasiswa menjadi user atau penggerak utama dalam permainan itu. Mahasiswa di tuntut harus memenuhi 3 kriteria sukses atau kita bisa menyebutnya sebagai "3 Key Factor" dalam permainan agar dapat lolos menjadi finalis serta bisa mendapat tiket untuk maju ke bagian final permainan.

3 Key Factor itu ialah simple, unique dan focus. Tentunya kita sudah mengetahui ketiga maksud kriteria sukses itu yakni sederhana, unik dan fokus. Yakni para mahasiswa harus menerapkan kunci itu dalam proses permainan dan dalam hal ini ialah dalam proses kuliah (belajar-mengajar) itu sendiri.

Jadi, pentingnya sebuah wadah diluar kelas atau yang kadang diistilahkan dalam sebuah lembaga yakni sebagai sebuah organisasi ialah bagaimana organisasi itu dapat menunjang dan saling membantu para mahasiswa dalam meningkatkan serta mengasah skill serta bagaimana suasana kuliah didalam kelas mampu membawa efek knowledge yang jelas agar seorang mahasiswa mampu mendapatkan mental attitude yang baik, sehingga ke 3 poin penting itu yakni skill, knowledge serta mental attitude akan mampu membawa mahasiswa menuju kesuksesan yang di idam-idamkan.

@Gowa, 25 oktober 2014 at 02.30.

 
Oleh : Muh. Galang Pratama
Mahasiswa HPK7,8-FSH- UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Angkatan 2013)

Bagi mayoritas mahasiswa, kuliah dalam kelas tentunya bukan menjadi hal yang tabu. Meskipun didalam proses suasana belajar dalam perguruan tinggi, kelas bukan menjadi satu-satunya hal krusial yang menjadi "wadah" untuk belajar para mahasiswa.

Hal itu disebabkan karena "rumah kampus" yang luas nan megah diisi oleh berbagai hal yang dapat menunjang perkembangan dari mahasiswa itu sendiri. Baik itu dari segi kognitif (knowledge), psikomotorik (skill) maupun psikis (mental attitude).

Ada 3 poin penting dari kata Italic (baca: kata bergaris miring) diatas. Yakni 1. Knowledge; 2. Skill; dan 3. Attitude. Apa maksud dari ketiga poin ini, penulis akan mencoba menjabarkannya melalui kutipan dari http://malicemrc.wordpress.com
  1. Knowledge : konsep, prinsip, informasi yang didapat dari proses pembelajaran/pengalaman.
  2. Skill : kemampuan utk melakukan aktivitas psikomotorik yg mempengaruhi seseorang utk menampilkan kinerja yg efektif pd suatu hal.
  3. Attitude : kecenderungan dasar utk merespon thdp objek tertentu berdasarkan keyakinan/opini kita.
Dewasa ini, para pemuda bangsa ini serta para kepada seluruh kalangan, memang sudah memperhatikan beberapa poin tersebut, utamanya pada poin pertama dan yang kedua yakni knowledge dan skill.

Namun, mayoritas orang dan utamanya pemuda masih sangat kurang dengan pendidikan mental Attitudenya. Orang-orang hanya sibuk memperbaiki dan terus mengasah knowledge/pengetahuannya dan skill/keterampilannya namun masih saja tidak mengacuhkan urgensi dari mental attitude/sikap dari seseorang.

Suasana kampus, kadangkala membawa para mahasiswa dalam kesusksesan namun dapat pula menyesatkan mahasiswa kedalam lembah pemikiran yang salah sebab sistem doktrin "keras" yang terpatri dalam jiwa dan hati para mahasiswa ketika mengikuti kegiatan "pengkaderan" di luar kampus.

Namun, kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa seluruh bentuk pengkaderan yang ada dalam lingkungan sekitar mahasiswa itu tidak baik. Akan tetapi disini penulis tetap memberikan argumen yang jelas menurut hemat penulis sendiri bahwa kegiatan diluar kampus yang boleh diikuti ialah suatu hal yang kita jadikan wadah pengembangan akan skill yang setiap mahasiswa miliki.

Mahasiswa mesti lebih pintar untuk memilih wadahnya sendiri dalam rangka peningkatan skillnya dan bukan hanya itu bahwa yang mesti menjadi salah satu poin penilaian ialah jangan sampai ada kegiatan baik itu dilaksanakan dalam lingkungan dalam kampus, maupun diluar kampus, yang mana kegiatan itu mengganggu jam kuliah utama di dalam kelas.

Sebab, bagaimana pun tujuan dari mahasiswa adalah untuk kuliah dan kuliah itu ya tentunya menghadirkan diri dalam proses belajar-mengajar didalam kelas. Namun, beberapa pertanyaan kemudian muncul ketika urgensi edukasi dalam proses kuliah dalam kelas mulai mencuat ke permukaan yakni ketika rasa bosan, malas, kesal, pengap, kusut, dan rasa panas yang seakan-akan masuk menusuk jiwa-raga para mahasiswa ketika proses kuliah berlangsung.

Disinilah pentingnya ada formulasi pikiran yang dibentuk oleh paradigma seorang mahasiswa yang mestinya harus menganggap bahwa hadirnya diri;raga pada kelas adalah suatu kewajiban dalam rangka pemenuhan absensi akademik.

Ada metode yang baik untuk dapat dijadikan sebagai salah-satu acuan untuk menghindari perasaan "miring" dari mahasiswa ketika berada didalam kelas. Yakni bagaimana menjadikan sebagai kuliah itu berupa ajang permainan yang dimainkan oleh mahasiswa itu sendiri.

Permainan yang mana mahasiswa menjadi user atau penggerak utama dalam permainan itu. Mahasiswa di tuntut harus memenuhi 3 kriteria sukses atau kita bisa menyebutnya sebagai "3 Key Factor" dalam permainan agar dapat lolos menjadi finalis serta bisa mendapat tiket untuk maju ke bagian final permainan.

3 Key Factor itu ialah simple, unique dan focus. Tentunya kita sudah mengetahui ketiga maksud kriteria sukses itu yakni sederhana, unik dan fokus. Yakni para mahasiswa harus menerapkan kunci itu dalam proses permainan dan dalam hal ini ialah dalam proses kuliah (belajar-mengajar) itu sendiri.

Jadi, pentingnya sebuah wadah diluar kelas atau yang kadang diistilahkan dalam sebuah lembaga yakni sebagai sebuah organisasi ialah bagaimana organisasi itu dapat menunjang dan saling membantu para mahasiswa dalam meningkatkan serta mengasah skill serta bagaimana suasana kuliah didalam kelas mampu membawa efek knowledge yang jelas agar seorang mahasiswa mampu mendapatkan mental attitude yang baik, sehingga ke 3 poin penting itu yakni skill, knowledge serta mental attitude akan mampu membawa mahasiswa menuju kesuksesan yang di idam-idamkan.

@Gowa, 25 oktober 2014 at 02.30.

 
Seminar Nasional dan Kuliah Umum Jurusan HPK
Lihat Detail

Seminar Nasional dan Kuliah Umum Jurusan HPK

Seminar nasional yang bertemakan "Selamatkan Negeri Dari ISIS", diselenggarakan oleh Jurusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (HPK) Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar pada hari rabu (10/9). Seminar yang dibawakan oleh pembicara nasional sekaligus merupakan dosen tetap dari HPK ini, yakni Prof. Dr. Irfan Idris., M.Ag. Beliau merupakan Direktur Deradikalisasi BNPT-RI. Selanjutnya yang menjadi pembicara kedua adalah Pemikir Terorisme dari Fakultas Syari'ah dan Hukum yakni Dr. H. Kasjim Salenda., M.Th.I.
Seminar Nasional


Acara yang sangat ramai dan hebat dikarenakan masalah yang dibahas sangat aktual, yakni tentang ISIS atau Islamic State of Irac and Syiria. Beliau menegaskan bahwa kita harus hati-hati dalam mengikuti berbagai macam kegiatan yang mana pada ujungnya akan jauh dari nilai-nilai islam dan nilai-nilai jihad itu sendiri, dan juga, "Jihad itu Indah, bukan membunuh dengan sembarangan", tutupnya.

Sekian.
Seminar nasional yang bertemakan "Selamatkan Negeri Dari ISIS", diselenggarakan oleh Jurusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (HPK) Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar pada hari rabu (10/9). Seminar yang dibawakan oleh pembicara nasional sekaligus merupakan dosen tetap dari HPK ini, yakni Prof. Dr. Irfan Idris., M.Ag. Beliau merupakan Direktur Deradikalisasi BNPT-RI. Selanjutnya yang menjadi pembicara kedua adalah Pemikir Terorisme dari Fakultas Syari'ah dan Hukum yakni Dr. H. Kasjim Salenda., M.Th.I.
Seminar Nasional


Acara yang sangat ramai dan hebat dikarenakan masalah yang dibahas sangat aktual, yakni tentang ISIS atau Islamic State of Irac and Syiria. Beliau menegaskan bahwa kita harus hati-hati dalam mengikuti berbagai macam kegiatan yang mana pada ujungnya akan jauh dari nilai-nilai islam dan nilai-nilai jihad itu sendiri, dan juga, "Jihad itu Indah, bukan membunuh dengan sembarangan", tutupnya.

Sekian.
Seminar nasional yang bertemakan "Selamatkan Negeri Dari ISIS", diselenggarakan oleh Jurusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (HPK) Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar pada hari rabu (10/9). Seminar yang dibawakan oleh pembicara nasional sekaligus merupakan dosen tetap dari HPK ini, yakni Prof. Dr. Irfan Idris., M.Ag. Beliau merupakan Direktur Deradikalisasi BNPT-RI. Selanjutnya yang menjadi pembicara kedua adalah Pemikir Terorisme dari Fakultas Syari'ah dan Hukum yakni Dr. H. Kasjim Salenda., M.Th.I.
Seminar Nasional


Acara yang sangat ramai dan hebat dikarenakan masalah yang dibahas sangat aktual, yakni tentang ISIS atau Islamic State of Irac and Syiria. Beliau menegaskan bahwa kita harus hati-hati dalam mengikuti berbagai macam kegiatan yang mana pada ujungnya akan jauh dari nilai-nilai islam dan nilai-nilai jihad itu sendiri, dan juga, "Jihad itu Indah, bukan membunuh dengan sembarangan", tutupnya.

Sekian.
Cara Pendaftaran Metro TV on Campus UNHAS Makassar
Lihat Detail

Cara Pendaftaran Metro TV on Campus UNHAS Makassar


www.hapeka.blogspot.com
Halo Makassar... Metro TV on Campus hadir di Makassar. Acaranya akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Agustus 2014 di Universitas Hasanuddin. Acara terdiri dari : Open Mic Competition (28/8), Pelatihan Jurnalistik (29/8), dan Mata Najwa on Stage (30/8).

Mata Najwa on Stage di Baruga Pettarani pada tanggal 30 Agustus mulai pukul 13.00 WITA, mengusung tema: "BELAJAR DARI HABIBIE". Dengan tamu utama yakni Presiden Ke-3 RI, BJ Habibie. Turut hadir Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Politisi muda Meutya Hafid, dan 2 Musisi Glenn Fredly dan Abdee Slank.

Pendaftaran Via Online. Semua rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS. Ayo segera daftar.

Silahkan, baca lebih lanjut untuk tata cara pendaftaran online.



www.hapeka.blogspot.com
Halo Makassar... Metro TV on Campus hadir di Makassar. Acaranya akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Agustus 2014 di Universitas Hasanuddin. Acara terdiri dari : Open Mic Competition (28/8), Pelatihan Jurnalistik (29/8), dan Mata Najwa on Stage (30/8).

Mata Najwa on Stage di Baruga Pettarani pada tanggal 30 Agustus mulai pukul 13.00 WITA, mengusung tema: "BELAJAR DARI HABIBIE". Dengan tamu utama yakni Presiden Ke-3 RI, BJ Habibie. Turut hadir Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Politisi muda Meutya Hafid, dan 2 Musisi Glenn Fredly dan Abdee Slank.

Pendaftaran Via Online. Semua rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS. Ayo segera daftar.

Silahkan, baca lebih lanjut untuk tata cara pendaftaran online.



www.hapeka.blogspot.com
Halo Makassar... Metro TV on Campus hadir di Makassar. Acaranya akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Agustus 2014 di Universitas Hasanuddin. Acara terdiri dari : Open Mic Competition (28/8), Pelatihan Jurnalistik (29/8), dan Mata Najwa on Stage (30/8).

Mata Najwa on Stage di Baruga Pettarani pada tanggal 30 Agustus mulai pukul 13.00 WITA, mengusung tema: "BELAJAR DARI HABIBIE". Dengan tamu utama yakni Presiden Ke-3 RI, BJ Habibie. Turut hadir Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Politisi muda Meutya Hafid, dan 2 Musisi Glenn Fredly dan Abdee Slank.

Pendaftaran Via Online. Semua rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS. Ayo segera daftar.

Silahkan, baca lebih lanjut untuk tata cara pendaftaran online.



www.hapeka.blogspot.com
Halo Makassar... Metro TV on Campus hadir di Makassar. Acaranya akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Agustus 2014 di Universitas Hasanuddin. Acara terdiri dari : Open Mic Competition (28/8), Pelatihan Jurnalistik (29/8), dan Mata Najwa on Stage (30/8).

Mata Najwa on Stage di Baruga Pettarani pada tanggal 30 Agustus mulai pukul 13.00 WITA, mengusung tema: "BELAJAR DARI HABIBIE". Dengan tamu utama yakni Presiden Ke-3 RI, BJ Habibie. Turut hadir Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Politisi muda Meutya Hafid, dan 2 Musisi Glenn Fredly dan Abdee Slank.

Pendaftaran Via Online. Semua rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS. Ayo segera daftar.

Silahkan, baca lebih lanjut untuk tata cara pendaftaran online.


Buku Pengantar Hukum Tata Negara (HTN) Jilid 1 dan 2
Lihat Detail
UUD '45 Dalam Satu Naskah
Lihat Detail
Daftar Biaya UKT untuk Angkatan 2013 UIN Alauddin Makassar
Lihat Detail
HPK INTERNAL COMPETITION
Lihat Detail

HPK INTERNAL COMPETITION

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, fakultas Syari'ah dan Hukum, UIN Alauddin Makassar, akan mengadakan kegiatan internal jurusan yang disebutnya sebagai "HPK INTERNAL COMPETITION". Dalam kegiatan ini, terdiri atas 3 lomba besar, yaitu Lomba Debat Hukum, Olahraga, serta Seni dan Sastra. Yang namanya kegiatan internal, maka yang boleh menjadi pesertanya hanya terbatas untuk Mahasiswa-mahasiswi HPK saja. Tapi tenang, buat mahasiswa2 dari jurusan lain, bisa turut hadir menyaksikan puncak pembukaan pergelaran lomba ini yang Insya Allah akan dibuka pada tanggal 2 Mei 2014 di gedung LT fakultas Syari'ah dan Hukum.

Terima Kasih_@WebUIN

UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Brosur Lomba
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, fakultas Syari'ah dan Hukum, UIN Alauddin Makassar, akan mengadakan kegiatan internal jurusan yang disebutnya sebagai "HPK INTERNAL COMPETITION". Dalam kegiatan ini, terdiri atas 3 lomba besar, yaitu Lomba Debat Hukum, Olahraga, serta Seni dan Sastra. Yang namanya kegiatan internal, maka yang boleh menjadi pesertanya hanya terbatas untuk Mahasiswa-mahasiswi HPK saja. Tapi tenang, buat mahasiswa2 dari jurusan lain, bisa turut hadir menyaksikan puncak pembukaan pergelaran lomba ini yang Insya Allah akan dibuka pada tanggal 2 Mei 2014 di gedung LT fakultas Syari'ah dan Hukum.

Terima Kasih_@WebUIN

UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Brosur Lomba
Nama - Nama Mahasiswa HPK 7,8 Angkatan 2013
Lihat Detail

Nama - Nama Mahasiswa HPK 7,8 Angkatan 2013

HPK 7
1. | 10300113136 | Aco Fikram S

2. | 10300113137 | Zulfaizah Nurdin

3. | 10300113139 | Hayono Harun

4. | 10300113140 | Arifuddin

5. | 10300113141 | Rahmat

6. | 10300113142 | Kamaruddin

7. | 10300113143 | Andi Sharfiah Mustari

8. | 10300113144 | Hikmah Khairani Ibrahim

9. | 10300113145 | Nur Aulia Rahma

10. | 10300113146 | Mauliyana Kahar

11. | 10300113147 | Intan Syamsuddin

12. | 10300113148 | Musdalifah

13. | 10300113149 | Moh. Fadhel J. Maronie

14. | 10300113150 | Sri Sutrasanti

15. | 10300113151 | Andi Esar Khudry Asmat

16. | 10300113152 | M. Wawan Dermawan

17. | 10300113153 | Rahmayani

18. | 10300113154 | Hasmira. H

19. | 10300113155 | Akbar Ali

20. | 10300113156 | Emmi Apriana

21. | 10300113157 | Sartika BT Gia

HPK8
1. | 1030011358 | Sulfahmi

2. | 10300113159 | Ardiansya

3. 10300113160 | Hasmi. H

4. | 10300113161 | Amriani

5. | 10300113162 | Muh. Baso Aqil Azizi

6. | 10300113163 | Muhammad Munir Majid

7. | 10300113164 | Muh. Galang Pratama

8. | 10300113165 | Nur Samsi Idris

9. | 10300113166 | Syarifuddin

10. | 10300113167 | Mawar Adri Ani

11. | 10300113168 | Anriani

12. | 10300113169 | Muhammad Ikhsan Sapa

13. | 10300113170 | Fira Yuniar

14. | 10300113171 | Riswan

15. | 10300113172 | Nurwahyuni

16. | 10300113173 | Syahrul Syarif

17. | 10300113174 | Eka Gusti Kardillah

18. | 10300113175 | Nurfadillah Ridwan

19. | 10300113176 | Yusran

20. | 10300113177 | Intan Baueja Ratu Tu

21. | 10300113178 | Hastusti

-----
                                         =====SUKSESLAH KALIAN ANAK HPK78=====
Salam _MgP^_^



*Tahun 2015 lalu, terjadi perolingan kelas. Dan itu membuat mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam kelas/kelompok HPK 7,8 harus terpisah. Lalu kemudian nama kelas berubah secara otomatis menjadi HPK C dan HPK D. HPK C berada dalam satu kelas tersendiri, begitu pun dengan HPK D. Dan teman-teman yang masuk dalam HPK C yaitu diambil dari nim 10300113136 sampai nim 10300113161. Adapun untuk teman-teman yang masuk dalam kelompok/kelas HPK D yaitu diambil dari nim 10300113162 sampai nim terakhir di HPK 8. 

Oleh karena itulah, nama HPK 7,8 kemudian berganti menjadi HPK C dan D. Sedang admin di sini yakni yang bertindak sebagai ketua tingkat (keti) yaitu Muh. Galang Pratama, berada dalam kelompok/kelas HPK D. Namun, hal itu tidak menjadi halangan buat teman-teman yang dulu tergabung dalam keluarga besar HPK 7,8. Karena kita semua telah membuktikan, bahwa cita-cita kita harus selesai tepat waktu dan diwisuda dengan prestasi gemilang, tanpa harus merasa dibeda-bedakan oleh terpisahnya satu orang dengan yang lainnya. Sekian.

Muh. Galang Pratama
Mahasiswa HPK 7,8 saat melakukan photo studio di Elegant Photography, 9 Oktober 2014

Muh. Galang Pratama

Muh. Galang Pratama

HPK 7
1. | 10300113136 | Aco Fikram S

2. | 10300113137 | Zulfaizah Nurdin

3. | 10300113139 | Hayono Harun

4. | 10300113140 | Arifuddin

5. | 10300113141 | Rahmat

6. | 10300113142 | Kamaruddin

7. | 10300113143 | Andi Sharfiah Mustari

8. | 10300113144 | Hikmah Khairani Ibrahim

9. | 10300113145 | Nur Aulia Rahma

10. | 10300113146 | Mauliyana Kahar

11. | 10300113147 | Intan Syamsuddin

12. | 10300113148 | Musdalifah

13. | 10300113149 | Moh. Fadhel J. Maronie

14. | 10300113150 | Sri Sutrasanti

15. | 10300113151 | Andi Esar Khudry Asmat

16. | 10300113152 | M. Wawan Dermawan

17. | 10300113153 | Rahmayani

18. | 10300113154 | Hasmira. H

19. | 10300113155 | Akbar Ali

20. | 10300113156 | Emmi Apriana

21. | 10300113157 | Sartika BT Gia

HPK8
1. | 1030011358 | Sulfahmi

2. | 10300113159 | Ardiansya

3. 10300113160 | Hasmi. H

4. | 10300113161 | Amriani

5. | 10300113162 | Muh. Baso Aqil Azizi

6. | 10300113163 | Muhammad Munir Majid

7. | 10300113164 | Muh. Galang Pratama

8. | 10300113165 | Nur Samsi Idris

9. | 10300113166 | Syarifuddin

10. | 10300113167 | Mawar Adri Ani

11. | 10300113168 | Anriani

12. | 10300113169 | Muhammad Ikhsan Sapa

13. | 10300113170 | Fira Yuniar

14. | 10300113171 | Riswan

15. | 10300113172 | Nurwahyuni

16. | 10300113173 | Syahrul Syarif

17. | 10300113174 | Eka Gusti Kardillah

18. | 10300113175 | Nurfadillah Ridwan

19. | 10300113176 | Yusran

20. | 10300113177 | Intan Baueja Ratu Tu

21. | 10300113178 | Hastusti

-----
                                         =====SUKSESLAH KALIAN ANAK HPK78=====
Salam _MgP^_^



*Tahun 2015 lalu, terjadi perolingan kelas. Dan itu membuat mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam kelas/kelompok HPK 7,8 harus terpisah. Lalu kemudian nama kelas berubah secara otomatis menjadi HPK C dan HPK D. HPK C berada dalam satu kelas tersendiri, begitu pun dengan HPK D. Dan teman-teman yang masuk dalam HPK C yaitu diambil dari nim 10300113136 sampai nim 10300113161. Adapun untuk teman-teman yang masuk dalam kelompok/kelas HPK D yaitu diambil dari nim 10300113162 sampai nim terakhir di HPK 8. 

Oleh karena itulah, nama HPK 7,8 kemudian berganti menjadi HPK C dan D. Sedang admin di sini yakni yang bertindak sebagai ketua tingkat (keti) yaitu Muh. Galang Pratama, berada dalam kelompok/kelas HPK D. Namun, hal itu tidak menjadi halangan buat teman-teman yang dulu tergabung dalam keluarga besar HPK 7,8. Karena kita semua telah membuktikan, bahwa cita-cita kita harus selesai tepat waktu dan diwisuda dengan prestasi gemilang, tanpa harus merasa dibeda-bedakan oleh terpisahnya satu orang dengan yang lainnya. Sekian.

Muh. Galang Pratama
Mahasiswa HPK 7,8 saat melakukan photo studio di Elegant Photography, 9 Oktober 2014

Muh. Galang Pratama

Muh. Galang Pratama

Resume Filsafat6 | Awal Mula Penspesifikasian Ilmu
Lihat Detail

Resume Filsafat6 | Awal Mula Penspesifikasian Ilmu

Awal Mula Penspesifikasian Ilmu

Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan

Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini

dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.

Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.

Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.

Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.

------
By. Hikmah Khairani Ibrahim

10300113144

HPK 7





Awal Mula Penspesifikasian Ilmu

Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan

Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini

dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.

Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.

Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.

Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.

------
By. Hikmah Khairani Ibrahim

10300113144

HPK 7





Awal Mula Penspesifikasian Ilmu

Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan

Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini

dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.

Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.

Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.

Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.

------
By. Hikmah Khairani Ibrahim

10300113144

HPK 7





Awal Mula Penspesifikasian Ilmu

Pada zaman kejayaan Phytagoras sampai zaman Aljabar, mendefinisikan ilmu sebagai kesatuan dan belum terbagi-bagi dalam ilmu yang lebih mengkhusus. Seperti halnya, ilmu antara matematika dan mistik tidak dapat dipisahkan. Matematika dan mistik pada saat itu adalah satu kesatuan kerena mereka menganggap didalam angka-angka yang ada terdapat kepercayaan atas adanya suatu kekuatan, misalnya angka 3. Menurut mereka, angka 3 adalah angka yang sangat sakral karena mereka percaya terdapat dan terkumpul berbagai perlawanan didalamnya, yaitu manusia terdiri dari genap, ganjil dan penyempurna. Selain angka 3 ada juga angka sakral lainnya, seperti 13, 27, 9 dan seterusnya. Penganut agama Kristen juga mempercayai hal tersebut, maka dari itu mereka sangat menyucikan simbol segitiga yang memiliki arti hubungan harmonis antar manusia, mereka menyebutnya dengan nama sacred triangle. Dalam dollar Amerika juga terdapat lambang segitiga dengan gambar satu mata di tengahnya, segitiga tersebut menandakan orang-orang yang tercerahkan dan simbol mata menandakan sumber pengetahuan

Pada zaman kejayaan Umat Kristiani, teori yang mengatakan bahwa matahari, bulan dan benda langit lainnya yang mengitari bumi diterima oleh gereja, karena para petinggi agama tersebut memiliki pemahaman bahwa, hanya orang kristiani yang akan selamat dimuka bumi ini, yang lainnya adalah orang yang tersesat. Itulah mengapa, semua yang ada di alam semesta ini akan menyembah tempat kaumnya berdiri yaitu bumi. Missionarisme adalah misi yang dilakukan umat Kristen untuk mengkristenkan umat manusia dikarenakan kepercayaan mereka tentang umat manusia yang selamat hanya mereka. Namun, teori yang mereka yakini

dipatahkan oleh teori dari Galileo Galilei dan meruntuhkan dogma gerejanya, karena sesungguhnya bumi dan benda langit lainnyalah yang mengitari matahari.

Matematika dan mistik mulai berpisah sedikit demi sedikit sejak zaman Aljabar dan Al Khawarizmi. Disinilah pentingnya peran objek material dan objek formal, walaupun materinya sama tapi cara pandangnya akan berbeda-beda, maka akan timbul spesifikasi ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, biologi dan lain-lain. Ilmu mulai memiliki spesifikasi, ketika para ilmuwan dan filosof menggunakan objek material dan objek formal sebagai pandangan dasar ilmu pengetahuan.

Filsafat ilmu membagi dirinya dengan objek material dan objek formal, sedangkan filsafat mulai membagi dirinya dengan adanya ontologi, epistemologi, dan Aksiologi. Awalnya tugas filsafat menurut Aristoteles adalah to deepen our existing understanding of the world (Untuk memperdalam pemahaman kita yang sekarang tentang dunia), dunia yang dimaksud adalah apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita miliki di dunia. Jadi, filsafat adalah bagaimana lebih memahami tentang dunia kita.

Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang semua yang ada, dan dipakai ilmuwan untuk melahirkan sesuatu. Hal terpenting dalam ilmu ini adalah potensialitas dan aktualitas. Potensialitas adalah suatu hal yang nanti akan terjadi dan belum pasti, sedangkan aktualitas adalah suatu hal yang sekarang terjadi dan sudah pasti. Epistimologi adalah ilmu tentang cara-cara/metode untuk mengetahui sesuatu oleh seorang individu. Ilmu ini memiliki rasionalis dan empiris. Rasionalis adalah pemberian keputusan oleh akal manusia, sedangkan empiris adalah pemberian keputusan atas apa yang dialami dan dirasakan oleh panca indra. Aksiologi adalah ilmu yang membahas tentang nilai. Pemberian nilai tersebut dibagi melalui 2 cara, yaitu secara nilai subjektif dan nilai objektif. Nilai subjektif adalah pemberian nilai atau tanggapan atas sesuatu dari diri sendiri atau pendapat orang lain, sedangkan nilai objektif adalah pemberian nilai atau tanggapan secara universal atau dalam artian sesuatu tersebut (objeknya) telah memberikan nilai tersendiri atas dirinya dan semua orang mengakuinya. Kesimpulannya adalah filsafat membahas tentang sesuatu, memberi keputusan, dan memberikan nilai terhadap sesuatu disebut dengan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.

------
By. Hikmah Khairani Ibrahim

10300113144

HPK 7





Resume filsafat5 | Pembahasan Ontologi, Epistomologi dan, Aksiologi
Lihat Detail

Resume filsafat5 | Pembahasan Ontologi, Epistomologi dan, Aksiologi

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Pada tanggal  07/11/2013 kami dari jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang :

1.       Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.       Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi, Epistomologi dan, Aksiologi

1.   Pada pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal seperti dibawah ini :
                                                          Tuhan
hapeka.blogspot.com
Tuhan Di ujung Atas,
Manusia Kiri Bawah, dan
Alam Kanan Bawah




 Manusia           Alam
Segi tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.

2.  Filsafat berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Pada tanggal  07/11/2013 kami dari jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang :

1.       Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.       Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi, Epistomologi dan, Aksiologi

1.   Pada pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal seperti dibawah ini :
                                                          Tuhan
hapeka.blogspot.com
Tuhan Di ujung Atas,
Manusia Kiri Bawah, dan
Alam Kanan Bawah




 Manusia           Alam
Segi tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.

2.  Filsafat berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Pada tanggal  07/11/2013 kami dari jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang :

1.       Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.       Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi, Epistomologi dan, Aksiologi

1.   Pada pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal seperti dibawah ini :
                                                          Tuhan
hapeka.blogspot.com
Tuhan Di ujung Atas,
Manusia Kiri Bawah, dan
Alam Kanan Bawah




 Manusia           Alam
Segi tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.

2.  Filsafat berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Pada tanggal  07/11/2013 kami dari jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang :

1.       Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.       Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi, Epistomologi dan, Aksiologi

1.   Pada pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal seperti dibawah ini :
                                                          Tuhan
hapeka.blogspot.com
Tuhan Di ujung Atas,
Manusia Kiri Bawah, dan
Alam Kanan Bawah




 Manusia           Alam
Segi tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.

2.  Filsafat berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Pada tanggal  07/11/2013 kami dari jurusan HPK masuk mata kuliah filsafat ilmu yang dimana pada waktu itu kita membahas materi pengantar atau dasar-dasar filsafat ilmu yang membahas tentang :

1.       Tujuan dari filsafat terhadap kehidupan manusia
2.       Filsafat berdasarkan pembahasan Ontologi, Epistomologi dan, Aksiologi

1.   Pada pertemuan kali itu Bapak menjelaskan kepada kami mengenai tujuan filsafat yang dikemukakan oleh Aristoteles yaitu “ to deepan our existing understanding of the word” yang pada waktu itu kebetulan yang disuruh oleh Dosen membaca kalimat itu adalah Saya. Kalimat itu mempunyai arti bahwa” untuk memperdalam pemahaman kamu terhadap dunia”. Itulah tujuan dari filsafat berdasarkan gagasan oleh Aristoteles bahwa dalam gagasannya filsafat itu mengantarkan kita untuk memahami tentang dunia ini. Dan untuk mengkaji diperlukan adanya spesifikasi,Bapak juga menjelaskan tentang ilmu Mate-matika. Ilmu Mate-matika pada zaman dahulu itu dipandang sebagai hal yang mistik misalnya angka 3, yang menjelasakan hal seperti dibawah ini :
                                                          Tuhan
hapeka.blogspot.com
Tuhan Di ujung Atas,
Manusia Kiri Bawah, dan
Alam Kanan Bawah




 Manusia           Alam
Segi tiga ini menjelasakan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan alam dan tuhan, inilah maksud angka 3 tersebut yang pada waktu itu dikatakan sebagai angka yang mistik atau angka yang keramat pada waktu itu. Ada saat dimana Mate-matika itu berpisah dengan hal yang mistik ketika Alwarismi mengarang buku dari situlah Mate-matika mulai berpisah sedikit demi sedikit.

2.  Filsafat berdasarkan Ontologi, Epistomolpgi, dan Aksiologi.
Resume Filsafat4 | Objek Kajian Filsafat Ilmu
Lihat Detail

Resume Filsafat4 | Objek Kajian Filsafat Ilmu

Objek Kajian Filsafat Ilmu

     Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.

     Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Objek Kajian Filsafat Ilmu

     Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.

     Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Objek Kajian Filsafat Ilmu

     Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.

     Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Objek Kajian Filsafat Ilmu

     Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.

     Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Objek Kajian Filsafat Ilmu

     Untuk membahas objek kajian dalam filsafat ilmu, perlu dikaji terlebih dahulu makna filsafat itu. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, dan terdiri dari kata Philo yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan.

     Objek kajian filsafat ilmu terdiri atas dua bagian yaitu, objek material dan objek formal. Kegunaan objek material dan objek formal adalah sebagai objek yang akan dipilah-pilah dan akan menjadi istilah oprasional filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang akan dikaji, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Terkadang objeknya hanya satu, misalnya objek yang akan dikaji adalah makanan dan dikaji oleh seorang Dokter maka objek tersebut dikaji dari segi kesehatannya bagi manusia, atau dikaji oleh seorang ahli nutrisi maka makanan tersebut dikaji dari segi keseimbangan nutrisinya, atau makanan tersebut dikaji oleh seorang chef maka makanan tersebut dikaji dari segi rasa dan keindahan penyajiannya. Objek formal adalah gaya
Resume Filsafat3 | Pengantar Filsafat Ilmu
Lihat Detail

Resume Filsafat3 | Pengantar Filsafat Ilmu

Pengantar Filsafat Ilmu

       Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Pengantar Filsafat Ilmu

       Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Pengantar Filsafat Ilmu

       Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Pengantar Filsafat Ilmu

       Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Pengantar Filsafat Ilmu

       Beda kepala, beda isinya. Istilah ini saya simpulkan dari pertemuan kami yang kemarin. Ketika Pengertian Filsafat dijadikan sebuah pertanyaan, maka jawaban beberapa orang akan berbeda-beda. Empat orang yang berkesempatan mengemukakan pendapatnya kemarin juga memiliki jawaban berbeda-beda ketika diberikan pertanyaan tentang pengertian filsafat. Galang sebagai orang pertama menuliskan jawabannya bahwa Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang cara pendekatan kepada Tuhan., kemudian Aqil sebagai orang kedua menuliskan jawabannya bahwa Filsafat merupakan pusat dari segala ilmu pengetahuan. Orang ketiga yang berkesempatan menuliskan jawabannya tentang pengertian Filsafat adalah saya sendiri. Berhubung karena saya memang belum mempunyai pengetahuan dasar tentang Ilmu filsafat itu sendiri dan bagi saya ini memang adalah sesuatu yang sangat baru untuk saya pelajari, maka jawaban saya sangat jauh dari pengertian filsafat yang sebenarnya, yaitu Filsafat adalah sejarah pengetahuan. Jawaban saya ini menjadi jawaban tersingkat dan kurang tepat di antara jawaban yang lain. Kemudian, orang terakhir yang menuliskan jawabannya adalah Uli yang menuliskan bahwa Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendalami sesuatu yang ingin diketahui.
Resume Filsafat2 | Menjadi Sukses atau Berilmu?
Lihat Detail

Resume Filsafat2 | Menjadi Sukses atau Berilmu?

Menjadi Sukses atau Berilmu?

        Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.

        Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Menjadi Sukses atau Berilmu?

        Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.

        Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Menjadi Sukses atau Berilmu?

        Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.

        Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Menjadi Sukses atau Berilmu?

        Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.

        Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Menjadi Sukses atau Berilmu?

        Tuhan Maha Adil atas segala sesuatu yang terjadi pada hidup seseorang. Jangan pernah menganggap Tuhan tidak adil hanya karena apa yang kita inginkan tidak dapat kita raih. Coba intropeksi kembali ke dalam diri kita sendiri. Menjadi sukses terkadang tidak harus berilmu, begitu pula sebaliknya, orang yang berilmu terkadang tidak menjadi sukses, “Kaya”. Orang yang memilih sukses mempunyai alasan tersendiri, begitu pula sebaliknya, orang yang memilih berilmu juga memiliki alasan tersendiri. Hidup penuh pilihan.

        Banyak orang yang berusaha keras menempuh pendidikannya hingga ke universitas ternama bahkan memaksakan dirinya untuk bergelar sebanyak mungkin, menghamburkan uangnya demi menuntut ilmu hingga ia wisuda dan menjadi lulusan terbaik. Hal tersebut wajar adanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin pekerjaan apa yang akan ia dapatkan atau bahkan adakah pekerjaan yang akan ia dapatkan, meskipun tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Di lain sisi, banyak orang yang pendidikannya rendah memilih untuk tetap tinggal tanpa melakukan suatu perubahan pada hidupnya tapi banyak pula yang bersemangat melawan takdir dan sangat termotivasi untuk sukses karena latar belakangnya tersebut. Semua perubahan yang mereka lakukan mungkin di latar belakangi rasa gengsi yang kuat dan “Apa kata dunia?” adalah kalimat yang bisa
Resume Filsafat1 | Pentingnya Sebuah Prinsip
Lihat Detail

Resume Filsafat1 | Pentingnya Sebuah Prinsip

Pentingnya Sebuah Prinsip
     Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.

     Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.

      Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Pentingnya Sebuah Prinsip
     Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.

     Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.

      Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Pentingnya Sebuah Prinsip
     Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.

     Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.

      Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Pentingnya Sebuah Prinsip
     Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.

     Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.

      Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Pentingnya Sebuah Prinsip
     Sabtu, 14 September 2013. Di mesjid Kampus II UIN Alauddin Makassar, saya dan dua teman saya yang lain mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah Pengantar Filsafah Ilmu oleh bapak Awal Mufta, M.Fil. Sore itu, sekitar pukul 16.20 WITA. Suasana perkuliahan saat itu terasa berbeda karena kami tidak menerima perkuliahan di dalam ruangan kelas seperti biasanya, ditambah lagi hari itu for the first time kami bertemu dengan beliau yang membawa mata kuliah ini.

     Pertemuan pertama memang selalu terasa canggung, tapi kali ini tidak berlangsung lama karena dosen kami ramah dan menyenangkan diajak bertukar ilmu dan pendapat, menurut saya. Kala itu, kami belum memasuki materi, karena alangkah sangat disayangkan jika hanya ada kami bertiga yang menerima materi awal, sedangkan teman yang lain tidak bisa hadir. Kami hanya membentuk forum kecil yang tidak formal dan membicarakan sedikit tentang kontrak kuliah serta pembicaraan yang menurut saya, sangat memberi inspirasi dan motivasi dalam menjalani masa kuliah.

      Pentingnya sebuah prinsip. Itulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari pembicaraan kami. Dari cerita
yang diceritakan beliau tentang 3 orang mahasiswa yang memiliki karakter yang berbeda yang masing-masing 2 orang yang memiliki prinsip berbeda dan seorang lagi tidak memiliki prinsip memiliki akhir kisah yang berbeda pula. Setelah mendengar cerita beliau, pikiran saya terbuka dan melihat kembali ke dalam diri saya sendiri. Apakah saya memiliki prinsip? Apakah saya sudah menjalankan prinsip saya? Apakah benar yang saya jalani sekarang?. Semua pertanyaan itu muncul seketika. Iya, saya memiliki prinsip, tapi saya belum yakin apakah saya sudah menjalankannya, dan yang saya jalani sekarang saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Kamus.net -
Lihat Detail
Makalah | Pangantar Ilmu Hukum
Lihat Detail

Makalah | Pangantar Ilmu Hukum

PENGANTAR ILMU HUKUM
KASUS POLITIK HUKUM DI INDONESIA

hapeka.blogspot.com

Disusun Oleh:
PENGANTAR ILMU HUKUM
KASUS POLITIK HUKUM DI INDONESIA

hapeka.blogspot.com

Disusun Oleh:
PENGANTAR ILMU HUKUM
KASUS POLITIK HUKUM DI INDONESIA

hapeka.blogspot.com

Disusun Oleh:
Tugas Ushul Fiqh|Pengertian Ijtihad, Mujtahid dan Fatwa
Lihat Detail

Tugas Ushul Fiqh|Pengertian Ijtihad, Mujtahid dan Fatwa

Pengertian Ijtihad, Mujtahid dan Fatwa

1. Ijtihad

Ijtihad (Arab: اجتهاد) adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang.[i]

Ijtihad berasal dari bahasa arab yaitu “Jahada” yang mempunyai arti mencurahkan segala kemampuan untuk mendapatkan sesuatu yang sulit atau yang ingin di capainya badzlul al-juhdi li istinbath al-ahkam min al-nash
Pengertian Ijtihad, Mujtahid dan Fatwa

1. Ijtihad

Ijtihad (Arab: اجتهاد) adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang.[i]

Ijtihad berasal dari bahasa arab yaitu “Jahada” yang mempunyai arti mencurahkan segala kemampuan untuk mendapatkan sesuatu yang sulit atau yang ingin di capainya badzlul al-juhdi li istinbath al-ahkam min al-nash
Pengertian Ijtihad, Mujtahid dan Fatwa

1. Ijtihad

Ijtihad (Arab: اجتهاد) adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang.[i]

Ijtihad berasal dari bahasa arab yaitu “Jahada” yang mempunyai arti mencurahkan segala kemampuan untuk mendapatkan sesuatu yang sulit atau yang ingin di capainya badzlul al-juhdi li istinbath al-ahkam min al-nash
Pengertian Ijtihad, Mujtahid dan Fatwa

1. Ijtihad

Ijtihad (Arab: اجتهاد) adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang.[i]

Ijtihad berasal dari bahasa arab yaitu “Jahada” yang mempunyai arti mencurahkan segala kemampuan untuk mendapatkan sesuatu yang sulit atau yang ingin di capainya badzlul al-juhdi li istinbath al-ahkam min al-nash
Tugas Ilmu Negara|Semester II
Lihat Detail

Tugas Ilmu Negara|Semester II

Langsung Saja, Ini soalnya... 

Langsung Saja, Ini soalnya... 

Langsung Saja, Ini soalnya... 

Langsung Saja, Ini soalnya... 

Sejarah & Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT)
Lihat Detail

Sejarah & Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT)

A. TIK

     Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]


B. Sejarah TIK

      Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.

      Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK

     Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]


B. Sejarah TIK

      Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.

      Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK

     Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]


B. Sejarah TIK

      Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.

      Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK

     Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]


B. Sejarah TIK

      Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.

      Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK

     Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]


B. Sejarah TIK

      Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.

      Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
A. TIK

     Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.[i]


B. Sejarah TIK

      Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.

      Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
Definisi sejarah dan Kebudayaan Menurut Para Ahli
Lihat Detail

Definisi sejarah dan Kebudayaan Menurut Para Ahli

Definisi sejarah dan Kebudayaan Menurut Para Ahli

Sejarah
Pada dasarnya, sejarah dapat diartikan menjadi beberapa identifikasi sebagai berikut :
1. Secara bahasa, dalam bahasa arab "sejarah" berasal dari kata "syajarah" yang berarti pohon atau sebatang pohon, apapun jenis pohon tersebut.  Dengan demikian, "sejarah" atau "syajarah" berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan suatu pohon mulai sejak benih pohon itu sampai segala hal yang di hassilkan oleh pohon tersebut.  Atau dengan kata lain, sejarah atau "syajarah" adalah catatan detail tentang suatu pohon dan segala sesuatu yang  dihasilkan nya. Dengan demikian, sejarah dapat  di artikan catatan detail dengan lengkap tentang segala sesuatu.[i]

2. Kata sejarah dari bahasa Inggris "HISTORY"
yang sebenarnya kata HISTORY itu sendiri
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai

3. Kata sejarah dalam bahasa Jerman dan Belanda.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarah berasal dari kata GESCHICHTE dan dalam bahasa Belanda berasal dari kata GESCHIDENIS.  Dalam bahasa Jerman dan Belanda mempunyai arti yang sama, yaitu "kejadian yang dibuat oleh manusia"[ii]

Pengertian sejarah menurut para ahli
J.V. Bryce
Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

W.H. Walsh
Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

Roeslan Abdulgani
Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

Ibnu Khaldun (1332-1406)
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

R. Moh. Ali
Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.[iii]

Peristiwa yang abadi
Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.
Peristiwa yang unik
Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
Peristiwa yang penting
Peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.[iv]
                                                                                                    
Kebudayaan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut “culture”, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[v]


Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli

x         Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negeri

1. Nostrand (1989: 51)
          Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.

2. Richard brisling (1990: 11)
          Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.

3. Croydon (1973: 4)
          Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.

4. Larson dan Smalley (1972: 39)
          Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.


5. Ralph Linton (1945: 30)
          Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.

6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan spiritual.

7.  dihapus*

8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
          Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.

9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial yang diperoleh individu dari grupnya.

10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.

11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.

12. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.

13. Francis Merill
Kebudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.

14. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.

15. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.

16. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.

17.Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat.

18.Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik.


x         Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negeri

1.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.

2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.

4.Effat al-Syarqawi
yang mengartikan  kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu.

5.Parsudi Suparlan
          Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya

6.Sutan Takdir Alisyahbana
          Mengatakan Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.

7.Dr.Moh.Hatta
          Berpendapat Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa

8.Mangunsarkoro
          Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya

9.Drs.Sidi Gazalba
          Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu.

10.Djojodigono(1958)
memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.[vi]

\     Definisi Sejarah Kebudayaan 
Jadi, sebagai kesimpulan menurut hemat saya, sejarah kebudayaan merupakan pengalaman olah pikir manusia, yang terbentuk berdasar peristiwa yang di-ambil hikmahnya dalam ruang lingkup pembelajaran serta dijadikan sebagai patokan dalam merefleksikan suatu kenangan penting.By_M. Galang Pratama







Sumber Referensi [endnotes]



[i] muhammad haidir junaidi, pengertian sejarah kebudayaan islam(http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam.html) diakses tanggal 11 maret 2014.

[iv] _______(http://id.wikipedia.org/wiki/sejarah) diakses tanggal 11 maret 2014
[v] _______(http://id.wikipedia.org/wiki/sejarah) diakses tanggal 11 maret 2014


*dihapus, karena isi tidak lengkap.


Oleh:
Muh. Galang Pratama
Klp.     : HPK 8
Tugas :MK. Sejarah Peradaban Islam
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar

*Catatan:
Izin Kopi-Paste
dipersilakan selama mencantumkan sumber yaitu alamat (URL) blog ini. Terima kasih karena telah jujur dalam menulis dan mengutip.

Definisi sejarah dan Kebudayaan Menurut Para Ahli

Sejarah
Pada dasarnya, sejarah dapat diartikan menjadi beberapa identifikasi sebagai berikut :
1. Secara bahasa, dalam bahasa arab "sejarah" berasal dari kata "syajarah" yang berarti pohon atau sebatang pohon, apapun jenis pohon tersebut.  Dengan demikian, "sejarah" atau "syajarah" berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan suatu pohon mulai sejak benih pohon itu sampai segala hal yang di hassilkan oleh pohon tersebut.  Atau dengan kata lain, sejarah atau "syajarah" adalah catatan detail tentang suatu pohon dan segala sesuatu yang  dihasilkan nya. Dengan demikian, sejarah dapat  di artikan catatan detail dengan lengkap tentang segala sesuatu.[i]

2. Kata sejarah dari bahasa Inggris "HISTORY"
yang sebenarnya kata HISTORY itu sendiri
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai

3. Kata sejarah dalam bahasa Jerman dan Belanda.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarah berasal dari kata GESCHICHTE dan dalam bahasa Belanda berasal dari kata GESCHIDENIS.  Dalam bahasa Jerman dan Belanda mempunyai arti yang sama, yaitu "kejadian yang dibuat oleh manusia"[ii]

Pengertian sejarah menurut para ahli
J.V. Bryce
Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

W.H. Walsh
Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

Roeslan Abdulgani
Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

Ibnu Khaldun (1332-1406)
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

R. Moh. Ali
Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.[iii]

Peristiwa yang abadi
Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.
Peristiwa yang unik
Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
Peristiwa yang penting
Peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.[iv]
                                                                                                    
Kebudayaan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut “culture”, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[v]


Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli

x         Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negeri

1. Nostrand (1989: 51)
          Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.

2. Richard brisling (1990: 11)
          Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.

3. Croydon (1973: 4)
          Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.

4. Larson dan Smalley (1972: 39)
          Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.


5. Ralph Linton (1945: 30)
          Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.

6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan spiritual.

7.  dihapus*

8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
          Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.

9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial yang diperoleh individu dari grupnya.

10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.

11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.

12. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.

13. Francis Merill
Kebudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.

14. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.

15. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.

16. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.

17.Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat.

18.Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik.


x         Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negeri

1.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.

2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.

4.Effat al-Syarqawi
yang mengartikan  kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu.

5.Parsudi Suparlan
          Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya

6.Sutan Takdir Alisyahbana
          Mengatakan Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.

7.Dr.Moh.Hatta
          Berpendapat Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa

8.Mangunsarkoro
          Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya

9.Drs.Sidi Gazalba
          Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu.

10.Djojodigono(1958)
memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.[vi]

\     Definisi Sejarah Kebudayaan 
Jadi, sebagai kesimpulan menurut hemat saya, sejarah kebudayaan merupakan pengalaman olah pikir manusia, yang terbentuk berdasar peristiwa yang di-ambil hikmahnya dalam ruang lingkup pembelajaran serta dijadikan sebagai patokan dalam merefleksikan suatu kenangan penting.By_M. Galang Pratama







Sumber Referensi [endnotes]



[i] muhammad haidir junaidi, pengertian sejarah kebudayaan islam(http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam.html) diakses tanggal 11 maret 2014.

[iv] _______(http://id.wikipedia.org/wiki/sejarah) diakses tanggal 11 maret 2014
[v] _______(http://id.wikipedia.org/wiki/sejarah) diakses tanggal 11 maret 2014


*dihapus, karena isi tidak lengkap.


Oleh:
Muh. Galang Pratama
Klp.     : HPK 8
Tugas :MK. Sejarah Peradaban Islam
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar

*Catatan:
Izin Kopi-Paste
dipersilakan selama mencantumkan sumber yaitu alamat (URL) blog ini. Terima kasih karena telah jujur dalam menulis dan mengutip.

Definisi sejarah dan Kebudayaan Menurut Para Ahli

Sejarah
Pada dasarnya, sejarah dapat diartikan menjadi beberapa identifikasi sebagai berikut :
1. Secara bahasa, dalam bahasa arab "sejarah" berasal dari kata "syajarah" yang berarti pohon atau sebatang pohon, apapun jenis pohon tersebut.  Dengan demikian, "sejarah" atau "syajarah" berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan suatu pohon mulai sejak benih pohon itu sampai segala hal yang di hassilkan oleh pohon tersebut.  Atau dengan kata lain, sejarah atau "syajarah" adalah catatan detail tentang suatu pohon dan segala sesuatu yang  dihasilkan nya. Dengan demikian, sejarah dapat  di artikan catatan detail dengan lengkap tentang segala sesuatu.[i]

2. Kata sejarah dari bahasa Inggris "HISTORY"
yang sebenarnya kata HISTORY itu sendiri
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai

3. Kata sejarah dalam bahasa Jerman dan Belanda.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarah berasal dari kata GESCHICHTE dan dalam bahasa Belanda berasal dari kata GESCHIDENIS.  Dalam bahasa Jerman dan Belanda mempunyai arti yang sama, yaitu "kejadian yang dibuat oleh manusia"[ii]

Pengertian sejarah menurut para ahli
J.V. Bryce
Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

W.H. Walsh
Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

Roeslan Abdulgani
Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

Ibnu Khaldun (1332-1406)
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

R. Moh. Ali
Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.[iii]

Peristiwa yang abadi
Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.
Peristiwa yang unik
Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
Peristiwa yang penting
Peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.[iv]
                                                                                                    
Kebudayaan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut “culture”, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[v]


Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli

x         Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negeri

1. Nostrand (1989: 51)
          Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.

2. Richard brisling (1990: 11)
          Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.

3. Croydon (1973: 4)
          Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.

4. Larson dan Smalley (1972: 39)
          Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.


5. Ralph Linton (1945: 30)
          Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.

6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan spiritual.

7.  dihapus*

8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
          Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.

9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial yang diperoleh individu dari grupnya.

10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.

11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.

12. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.

13. Francis Merill
Kebudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.

14. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.

15. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.

16. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.

17.Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat.

18.Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik.


x         Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negeri

1.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.

2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.

4.Effat al-Syarqawi
yang mengartikan  kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu.

5.Parsudi Suparlan
          Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya

6.Sutan Takdir Alisyahbana
          Mengatakan Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.

7.Dr.Moh.Hatta
          Berpendapat Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa

8.Mangunsarkoro
          Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya

9.Drs.Sidi Gazalba
          Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu.

10.Djojodigono(1958)
memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.[vi]

\     Definisi Sejarah Kebudayaan 
Jadi, sebagai kesimpulan menurut hemat saya, sejarah kebudayaan merupakan pengalaman olah pikir manusia, yang terbentuk berdasar peristiwa yang di-ambil hikmahnya dalam ruang lingkup pembelajaran serta dijadikan sebagai patokan dalam merefleksikan suatu kenangan penting.By_M. Galang Pratama







Sumber Referensi [endnotes]



[i] muhammad haidir junaidi, pengertian sejarah kebudayaan islam(http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam.html) diakses tanggal 11 maret 2014.

[iv] _______(http://id.wikipedia.org/wiki/sejarah) diakses tanggal 11 maret 2014
[v] _______(http://id.wikipedia.org/wiki/sejarah) diakses tanggal 11 maret 2014


*dihapus, karena isi tidak lengkap.


Oleh:
Muh. Galang Pratama
Klp.     : HPK 8
Tugas :MK. Sejarah Peradaban Islam
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar

*Catatan:
Izin Kopi-Paste
dipersilakan selama mencantumkan sumber yaitu alamat (URL) blog ini. Terima kasih karena telah jujur dalam menulis dan mengutip.

Definisi sejarah dan Kebudayaan Menurut Para Ahli

Sejarah
Pada dasarnya, sejarah dapat diartikan menjadi beberapa identifikasi sebagai berikut :
1. Secara bahasa, dalam bahasa arab "sejarah" berasal dari kata "syajarah" yang berarti pohon atau sebatang pohon, apapun jenis pohon tersebut.  Dengan demikian, "sejarah" atau "syajarah" berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan suatu pohon mulai sejak benih pohon itu sampai segala hal yang di hassilkan oleh pohon tersebut.  Atau dengan kata lain, sejarah atau "syajarah" adalah catatan detail tentang suatu pohon dan segala sesuatu yang  dihasilkan nya. Dengan demikian, sejarah dapat  di artikan catatan detail dengan lengkap tentang segala sesuatu.[i]

2. Kata sejarah dari bahasa Inggris "HISTORY"
yang sebenarnya kata HISTORY itu sendiri
berasal dari bahasa Yunani ISTORIA yang berarti orang pandai

3. Kata sejarah dalam bahasa Jerman dan Belanda.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarah berasal dari kata GESCHICHTE dan dalam bahasa Belanda berasal dari kata GESCHIDENIS.  Dalam bahasa Jerman dan Belanda mempunyai arti yang sama, yaitu "kejadian yang dibuat oleh manusia"[ii]

Pengertian sejarah menurut para ahli
J.V. Bryce
Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

W.H. Walsh
Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

Roeslan Abdulgani
Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

Ibnu Khaldun (1332-1406)
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

R. Moh. Ali
Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.[iii]

Peristiwa yang abadi
Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.
Peristiwa yang unik
Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
Peristiwa yang penting
Peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.[iv]
                                                                                                    
Kebudayaan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut “culture”, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[v]


Pengertian Kebudayaan Menurut para Ahli

x         Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negeri

1. Nostrand (1989: 51)
          Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.

2. Richard brisling (1990: 11)
          Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.

3. Croydon (1973: 4)
          Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.

4. Larson dan Smalley (1972: 39)
          Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.


5. Ralph Linton (1945: 30)
          Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.

6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan spiritual.

7.  dihapus*

8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
          Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.

9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial yang diperoleh individu dari grupnya.

10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.

11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.

12. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.

13. Francis Merill
Kebudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.

14. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.

15. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.

16. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.

17.Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat.

18.Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik.


x         Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negeri

1.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.

2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.

4.Effat al-Syarqawi
yang mengartikan  kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu.

5.Parsudi Suparlan
          Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya

6.Sutan Takdir Alisyahbana
          Mengatakan Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.

7.Dr.Moh.Hatta
          Berpendapat Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa

8.Mangunsarkoro
          Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya

9.Drs.Sidi Gazalba
          Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu.

10.Djojodigono(1958)
memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.[vi]

\     Definisi Sejarah Kebudayaan 
Jadi, sebagai kesimpulan menurut hemat saya, sejarah kebudayaan merupakan pengalaman olah pikir manusia, yang terbentuk berdasar peristiwa yang di-ambil hikmahnya dalam ruang lingkup pembelajaran serta dijadikan sebagai patokan dalam merefleksikan suatu kenangan penting.By_M. Galang Pratama







Sumber Referensi [endnotes]



[i] muhammad haidir junaidi, pengertian sejarah kebudayaan islam(http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam.html) diakses tanggal 11 maret 2014.

[iv] _______(http://id.wikipedia.org/wiki/sejarah) diakses tanggal 11 maret 2014
[v] _______(http://id.wikipedia.org/wiki/sejarah) diakses tanggal 11 maret 2014


*dihapus, karena isi tidak lengkap.


Oleh:
Muh. Galang Pratama
Klp.     : HPK 8
Tugas :MK. Sejarah Peradaban Islam
Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar

*Catatan:
Izin Kopi-Paste
dipersilakan selama mencantumkan sumber yaitu alamat (URL) blog ini. Terima kasih karena telah jujur dalam menulis dan mengutip.